Jurnal1jambi.com,— Muaro Jambi — Perebutan kursi strategis di lingkaran Jabatan Pimpinan Tinggi (JPT) Pratama Kabupaten Muaro Jambi memasuki fase panas. Jelang batas akhir pendaftaran, puluhan pejabat lintas OPD mulai bertarung memperebutkan posisi eselon II yang menjadi ruang kendali kebijakan daerah. Lonjakan pendaftar ini memperlihatkan betapa menariknya jabatan-jabatan tersebut bagi para aparatur yang ingin masuk ke lingkaran pengambil keputusan.

Plt Kepala BKPSDM Muaro Jambi merilis rekap sementara per 3/12/2025 pukul 11.50 WIB, yang menunjukkan antusiasme tinggi para pejabat. Nama-nama yang masuk bukan hanya dari dinas teknis, tetapi juga pejabat kecamatan, sekretaris dinas, hingga aparatur provinsi. Dinamika ini menandai bahwa seleksi kali ini bukan sekadar formalitas administratif, melainkan arena persaingan yang sarat kepentingan dan strategi birokrasi.

Berikut daftar lengkap kandidat sesuai OPD yang dilamar: Dinas Kesehatan (5 calon), BKPSDM (5 calon), BPPRD (4 calon), Baperida (5 calon), BPKAD (4 calon), Inspektorat (6 calon), DLH (5 calon), Dinas PUPR (5 calon), Satpol PP (4 calon), serta Dikbud (5 calon). Dari komposisi ini, terlihat bahwa beberapa OPD menjadi gelanggang paling kompetitif, terutama Inspektorat dan PUPR dua sektor yang memiliki pengaruh besar terhadap kontrol anggaran dan pembangunan daerah.

Masuknya banyak figur dari berbagai latar belakang memperkuat sinyal bahwa Muaro Jambi tengah bergerak menuju penyegaran birokrasi. Para kandidat membawa rekam jejak masing-masing, dan publik berharap proses penilaian tidak sekadar menimbang kepangkatan, tetapi juga integritas, kapasitas teknis, serta visi tata kelola yang relevan dengan kebutuhan daerah yang semakin kompleks.

Persaingan kali ini juga menjadi cermin kesiapan Pemkab Muaro Jambi menghadapi tahun politik. Seleksi JPT Pratama bukan hanya soal rotasi jabatan, melainkan menentukan siapa yang akan berada di ruang strategis ketika dinamika publik dan pemerintahan menjelang pilkada mulai mengencang. Dengan kontestasi yang begitu ketat, transparansi proses menjadi hal yang tak bisa ditawar.

Publik kini menunggu tahap berikutnya dari penelusuran rekam jejak, uji kompetensi, hingga penetapan akhir. Dengan daftar kandidat yang padat dan berpengalaman, Muaro Jambi berada di titik krusial: apakah seleksi ini benar-benar akan menghadirkan penyegaran birokrasi yang diharapkan, atau justru kembali terjebak pada pola lama yang tak menghasilkan perubahan berarti.

share this :