Jurnal1jambi.com,- JAMBI – Kepolisian Daerah (Polda) Jambi merilis hasil Operasi Kewilayahan Antik Siginjai 2025. Kegiatan yang berlangsung selama 20 hari, mulai 25 Agustus hingga 13 September 2025 ini berhasil mengungkap 116 kasus peredaran narkotika dengan 438 tersangka.

Konferensi pers dipimpin oleh Karo Ops Polda Jambi Kombes Pol Edi Fariyadi mewakili Kapolda Jambi Irjen Pol Krisno H. Siregar, didampingi Dirresnarkoba Kombes Pol Dewa Made Palguna, Kapolresta Jambi Kombes Pol Boy Sutan Binaga Siregar, serta sejumlah Kapolres jajaran. “Mewakili Kapolda Jambi, hasil operasi ini akan dipaparkan langsung oleh Dirresnarkoba,” ujar Karo Ops.

Dalam pemaparannya, Kombes Pol Dewa Made Palguna menyebut operasi ini merupakan tindak lanjut atas program nasional Presiden RI yang diturunkan melalui kebijakan Kapolri Beyond Trust Presisi, serta diterjemahkan ke dalam commander wish Kapolda Jambi: mewujudkan Jambi bebas narkoba. “Ini bukti komitmen kami memutus rantai peredaran narkoba di Bumi Sepucuk Jambi Sembilan Lurah,” tegasnya.

Dari hasil operasi, polisi mengamankan barang bukti narkotika antara lain 12,7 kilogram sabu, 167,8 gram ganja, serta 6.087 butir ekstasi. Selain target operasi yang berhasil 100 persen, polisi juga mengungkap 60 kasus non-target dengan barang bukti tambahan sabu 110 gram, ganja 32 gram, dan ekstasi 17 butir.

Para tersangka memiliki beragam peran, mulai dari bandar (54 orang), distributor (17), agen (4), kurir (46), pengedar (17), hingga pengguna (109 orang). Dari segi profesi, terdapat mahasiswa (12), ASN (3), dokter (1), karyawan swasta (59), buruh (57), sopir (3), wirausahawan (43), ibu rumah tangga (9), serta pengangguran (60 orang).

Para tersangka dijerat Pasal 114, Pasal 112, Pasal 132, serta Pasal 127 Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. Khusus pecandu dan pengguna, sebanyak 82 orang menjalani rehabilitasi. “Jika seluruh pengguna sabu direhabilitasi, negara harus menanggung biaya hingga Rp288 miliar, sementara untuk pengguna ekstasi mencapai Rp27,5 miliar. Inilah urgensi kerja sama semua pihak dalam perang melawan narkoba,” tutup Kombes Palguna. (Noval)

share this :