Jurnal1jambi.com,- Sorong Selatan, Papua Barat Daya — Dalam napas nasionalisme yang tak pernah padam, personel Satgas Pamtas RI-PNG Kewilayahan Yonif 763/SBA Pos Joshiro hadir bukan hanya sebagai penjaga perbatasan, melainkan juga perekat harmoni sosial. Pada 20 Agustus 2025, mereka menggelar aksi nyata berbentuk pembagian bendera Merah Putih kepada warga Kampung Hamaran aksi kecil yang membawa makna besar.

Kegiatan yang digelar menjelang HUT ke-80 Republik Indonesia ini bukan sekadar seremonial tahunan, melainkan ekspresi empati dan keterlibatan langsung TNI dalam kehidupan masyarakat yang secara geografis terpinggirkan. Dalam wilayah yang akses jalannya terbatas dan terputus dari jantung kota, kehadiran bendera menjadi simbol eksistensi negara yang kadang terasa jauh.

Letnan Dua Christo Glouhard Infanio Daolelia, S.Tr. (Han), selaku Danpos Joshiro, menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan wujud komitmen personel Satgas dalam membangun kedekatan dengan masyarakat perbatasan. “Pemberian bendera bukan hanya soal simbol, tapi tentang menanamkan rasa memiliki terhadap tanah air, bahwa negara hadir dan peduli,” ujar Danpos dengan penuh refleksi.

TNI hadirkan Merah Putih hingga ke wilayah terluar Papua Barat Daya

Di Kampung Hamaran, banyak warga belum memiliki bendera, bukan karena tak cinta negeri, tetapi karena realitas keterisolasian yang membatasi akses ke kota. Dalam kondisi ini, kehadiran Satgas menjadi lebih dari sekadar institusi pertahanan mereka hadir sebagai simpul penghubung antara negara dan rakyat di wilayah paling luar.

Respon masyarakat pun begitu hangat. Mereka menyambut pembagian bendera dengan antusias, menyampaikan terima kasih karena merasa diperhatikan. Di tengah keterbatasan fisik dan sosial, simbol negara yang hadir di halaman rumah menjadi representasi nyata dari inklusivitas kebangsaan.

Dalam konteks yang lebih luas, kegiatan ini adalah bentuk pembangunan rasa nasionalisme dari akar rumput bukan dari menara gading kekuasaan. Sebuah pesan bahwa mencintai Indonesia tak harus lewat jargon, tapi lewat tindakan nyata yang menyentuh langsung denyut kehidupan rakyat, terutama mereka yang berada di garis batas.

Melalui kegiatan ini, Satgas Yonif 763/SBA mengirimkan pesan kuat: bahwa tugas menjaga kedaulatan tidak semata di garis depan pertempuran, tetapi juga dalam membangun relasi, merawat identitas, dan memperkuat keberadaan negara di titik-titik terluar Nusantara.

share this :