Jurnal1Jambi.com,- Batang Asai, 25/7/2025 – Upaya pencegahan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) kembali digencarkan. Babinsa Koramil 01/Batang Asai, Sertu Bambang Irawan, melaksanakan patroli di wilayah binaannya, tepatnya Desa Pemuat, Kecamatan Batang Asai. Langkah ini bukan sekadar rutinitas, melainkan strategi nyata untuk memutus rantai bencana tahunan yang terus mengancam keseimbangan alam dan kesehatan warga.

Patroli ini dilakukan secara intensif di titik-titik rawan, termasuk lahan kosong dan belukar milik warga yang rentan terbakar saat musim kemarau. “Hari ini kami melakukan patroli untuk memastikan kondisi tetap aman dan tidak ada aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran,” ujar Sertu Bambang. Komitmen ini mencerminkan peran aktif TNI dalam melindungi ekosistem dari ancaman yang bukan hanya merugikan lingkungan, tetapi juga kehidupan sosial-ekonomi masyarakat.

Tak hanya menyisir area, patroli ini juga diiringi dengan sosialisasi kepada warga. Babinsa memberikan imbauan agar masyarakat tidak membuka lahan dengan cara membakar, metode yang selama ini menjadi penyebab utama Karhutla. “Kami mengajak warga bersama-sama menjaga lingkungan. Mencegah jauh lebih baik daripada memadamkan api yang sudah terlanjur membesar,” tegasnya.

Kesadaran masyarakat menjadi kunci. Karena faktanya, lebih dari 90 persen kasus Karhutla disebabkan oleh aktivitas manusia, bukan bencana alam. Dalam himbauannya, Babinsa menegaskan bahwa membuka lahan dengan membakar bukan hanya melanggar aturan, tetapi juga mengundang bahaya yang lebih besar: rusaknya kualitas udara, terganggunya kesehatan, hingga kerugian ekonomi.

Langkah preventif seperti ini harus menjadi budaya, bukan sekadar program sesaat. Patroli dan edukasi berjalan beriringan untuk menciptakan kesadaran kolektif. Sebab, menjaga lingkungan bukan hanya tugas aparat, melainkan tanggung jawab semua pihak. “Jika kita disiplin, Karhutla bisa dicegah. Jika kita abai, bencana hanya menunggu waktu,” pungkas Sertu Bambang.

Kegiatan berlangsung aman dan lancar, tetapi pesan yang tersisa jauh lebih penting: mencegah Karhutla adalah investasi untuk masa depan. Karena hutan yang kita jaga hari ini adalah nafas bagi anak cucu kita kelak.

share this :