Jurnal1jambi.com – Silaturahim yang dibalut Halal Bi Halal Para Kepala Desa Jawa Barat yang konon katanya di hadiri 4000 lebih kades ternyata dihadiri Bacapres dari PDIP Ganjar Pranowo yang di gelar di taman Prabuwengi, Arcamanik Kota Bandung, Minggu, (14/5/2023).
Kehadiran Ganjar Pranowo ikut memberi tuah agar para Kades di Jawa Barat jangan Korupsi, saya berpesan agar para kades jangan korupsi,” Ujarnya.
Jurnal1.id menghubungi Pengurus Pusat APDESI Sutawijaya lewat Sekjen APDESI Anwar Sadat berjanji akan mengirim realese terkait pertemuan para Kades dan Bacapres Ganjar Pranowo dalam forum Halal Bi Halal Kades Jawa Barat, namun hingga berita ini di tayangkan belum ada jawaban terkait statmen pengurus APDESI Pusat.
Sementara itu beberapa kades yang di hubungi Jurnal1.id mengatakan bahwa kehadiran mereka awalnya di perintahkan lewat pengurus DPK untuk hadir di Halal bi Halal tidak ada agenda kehadiran Bacapres Ganjar Pranowo, kami diminta hadir dan di kasih uang transport sebesar 700 ribu saat di acara, untuk DPK infonya di tranfer saya tidak tahu nilainya,” Ucap salah satu Kades di Sumedang yang minta identitasnya di rahasiakan.
Terkait hal tersebut Ketua APDESI Kecamatan Cileunyi yang juga Kades Cibiru Wetan, mengatakan,” dirinya tidak hadir di acara tersebut justru tidak tahu, aneh acara halal bi halal para kades ada Bacapres, saya sudah konfirmasi kepada rekan kades di Kabupaten Bandung bahwa tidak ada kades di wilayah Kabupaten Bandung yang hadir,” Ungkapnya.
Hal senada ditegaskan oleh Ketua APDESI Kabupaten Bandung Dedi Bram, saya tidak hadir dan tidak menginstruksikan kepada para kades untuk hadir tidak ada perintah, itu yang bisa saya sampaikan,” tuturnya.
Berdasarkan informasi yang berhasil di himpun ada sekitar 4011orang yang hadir, dan ini ada pihak yang mengkoordinirnya tanpa ingin di tulis di publikasi, ya sudah tahulah siapa yang menggelar ini,” Ujar beberapa sumber.
Sepatutnya para kepala desa harus menghindari politik praktis serta politisisasi oleh segelintir kelompok harus mampu menjaga keutuhan plurarisme yang ada di masyarakat, miris juga jika ada kades berfikir yang penting hadir dapat amplop tanpa menyadari eksistensi dirinya dalam acara tersebut. (Edi)












