Jurnal1jambi.com,- Jambi – Sebanyak 40 personel Polda Jambi yang ditugaskan sebagai Bawah Kendali Operasi (BKO) dalam penanganan bencana alam di Provinsi Sumatera Barat akhirnya kembali ke Jambi. Kedatangan mereka disambut langsung oleh Wakapolda Jambi Brigjen Pol. M. Mustaqim, S.I.K dalam apel penyambutan di Lapangan Hitam Mapolda Jambi, Senin pagi (26/01/2026).
Apel penyambutan tersebut digelar sebagai bentuk penghargaan institusi kepada personel gabungan Brimob, Polair, dan Sabhara yang telah menuntaskan misi kemanusiaan di wilayah terdampak bencana. Kegiatan ini turut dihadiri para pejabat utama Polda Jambi serta seluruh personel BKO yang baru kembali dari penugasan.
Dalam sambutannya, Wakapolda Jambi Brigjen Pol. M. Mustaqim, S.I.K membacakan amanat Kapolda Jambi Irjen Pol. Krisno H. Siregar yang menyampaikan apresiasi dan rasa bangga atas dedikasi, loyalitas, serta profesionalisme seluruh personel selama bertugas di Sumatera Barat. Menurutnya, tugas kemanusiaan tersebut bukanlah tugas yang ringan dan membutuhkan ketangguhan fisik maupun mental.

Wakapolda menegaskan bahwa pengalaman selama bertugas di daerah bencana merupakan pengalaman berharga yang tidak dimiliki oleh setiap anggota Polri. Ia juga mengingatkan agar seluruh personel melakukan pengecekan kondisi diri, peralatan, dan perlengkapan pasca penugasan, serta menjadikan pengalaman tersebut sebagai bekal dalam pelaksanaan tugas ke depan.
Ia menambahkan, penugasan di wilayah bencana merupakan wujud nyata kehadiran negara melalui Polri sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat. Pengabdian tersebut, lanjutnya, adalah bentuk ibadah dan tanggung jawab moral yang harus terus dijaga dalam setiap pelaksanaan tugas.
Sementara itu, Kapolda Jambi Irjen Pol. Krisno H. Siregar melalui Kabid Humas Polda Jambi Kombes Pol. Erlan Munaji menjelaskan bahwa selama hampir dua bulan bertugas di Sumatera Barat, personel BKO Polda Jambi terlibat aktif dalam evakuasi, pencarian korban, penyaluran bantuan sembako, penyediaan air bersih, hingga pendirian dapur lapangan bagi masyarakat terdampak bencana. (Noval)











