Jurnal1jambi.com,- Merangin, 2/9/2025 — Di sela istirahat kerja bakti membangun rumah warga, Desa Rantau Limau Manis disuguhkan satu pemandangan yang tak sekadar menghangatkan tubuh, tetapi juga merajut rasa: Babinsa Koramil 420-08/Tabir, Koptu Ardiansyah, hadir di tengah warga, bukan untuk memberi perintah, melainkan untuk mendengar dalam secangkir kopi dan tawa kebersamaan.

Dalam nuansa santai yang tercipta alami, Koptu Ardiansyah memanfaatkan momentum itu untuk melakukan komunikasi sosial (komsos) sarana menjalin kedekatan dan menyelami denyut kehidupan masyarakat. Ia tak datang sebagai simbol kekuatan negara, melainkan sebagai sahabat yang ingin tahu: bagaimana desa ini hidup? Apa yang masih menjadi beban? Apa yang patut dirayakan?

“Melalui komsos, kami membangun silaturahmi dan mencari tahu langsung dari warga tentang kondisi desa, baik dari sisi keamanan maupun persoalan sosial lainnya,” ujar Ardiansyah, yang tampil lebih sebagai rekan diskusi daripada figur militer formal. Sentuhan ini menjadi nilai penting dalam membangun kepercayaan: tidak menggurui, tetapi menemani.

Obrolan sore itu tidak dibingkai oleh meja-meja formal atau agenda tertulis. Namun justru dari tawa dan kepulan kopi, muncul komitmen kolektif menjaga semangat gotong royong, merawat harmoni, serta membumikan nilai kepedulian sosial. Inilah wajah humanis TNI yang kadang luput dari sorotan media.

Warga pun menyambut dengan hangat. Bagi mereka, kehadiran Babinsa bukan sekadar rutinitas, tetapi representasi nyata bahwa negara tidak abai terhadap kehidupan mereka. “Pak Babinsa selalu hadir, dan kami merasa tidak sendiri,” ungkap salah satu warga. Bagi mereka, itu adalah semangat bukan seremonial.

Danramil 420-08/Tabir menegaskan, komsos adalah instrumen strategis dalam membangun kemanunggalan TNI-rakyat. Di desa-desa, dialog sederhana bisa jadi pondasi kokoh bagi keamanan, keharmonisan, bahkan masa depan yang lebih setara.

share this :