Jurnal1jambi.com,- Jakarta – Di tengah derasnya arus informasi digital, peran wartawan sebagai penjaga demokrasi semakin krusial. Untuk menjawab tantangan ini, Ikatan Wartawan Jagat Raya Indonesia (KAWANJARI) bersama FERADI WPI dan PT Kawan Jari Grup menggelar Webinar Nasional Kejurnalistikan bertajuk “Menjadi Wartawan yang Tangguh: Dasar-Dasar Menulis Berita yang Akurat, Tajam, dan Berimbang”, Senin malam, 4 Agustus 2025.

Acara yang berlangsung pukul 20.00 WIB ini diikuti 42 peserta dari berbagai daerah di Indonesia. Webinar ini bukan sekadar pelatihan teknis, tetapi juga menegaskan pentingnya etika, akurasi, dan keberimbangan dalam kerja jurnalistik. “Jurnalis adalah penyangga utama demokrasi. Bukan hanya cepat, tapi harus akurat, tajam, dan berimbang,” tegas Donny Andretti, Ketua Umum FERADI WPI sekaligus Pimpinan Redaksi KawanJariNews.com.

Materi yang disampaikan menyentuh aspek mendasar hingga teknis, mulai dari perbedaan berita, opini, dan investigasi, teknik penulisan dengan 5W+1H dan piramida terbalik, hingga strategi menulis judul informatif tanpa jebakan clickbait. Selain itu, kode etik jurnalistik dan pentingnya verifikasi fakta ditekankan sebagai fondasi moral wartawan. “Kode etik dan Undang-Undang Pers adalah rambu yang wajib dipatuhi,” imbuh Donny.

Kegiatan berlangsung interaktif. Peserta bebas bertanya dan berdiskusi, membahas problem nyata yang mereka hadapi di lapangan. Diskusi ini dipandu tim panitia dan menghadirkan Narwan Riyadi, Redaktur Utama KawanJariNews.com sekaligus Sekjen IX KAWANJARI, sebagai narasumber utama. Narwan mengingatkan, wartawan bukan sekadar penyampai fakta, tapi pembangun kesadaran publik.

Dalam sesi penutup, Narwan mengajak wartawan untuk berpegang teguh pada Undang-Undang Pers dan Kode Etik Jurnalistik. “Pers yang bersih adalah pintu informasi yang adil dan mencerahkan. Wartawan beretika akan menjadi penjaga peradaban informasi,” ujarnya. Menurutnya, profesionalisme dan integritas harus menjadi napas setiap karya jurnalistik.

Senada, Donny menekankan bahwa pendidikan jurnalistik adalah proses panjang. Webinar ini hanyalah permulaan. “Kami akan terus hadir membimbing, memperluas jejaring, dan mencetak wartawan yang menjaga nurani, mewartakan kebenaran, dan menyuarakan keadilan,” katanya. Ia menyebut, profesi wartawan adalah panggilan peradaban, bukan sekadar pekerjaan.

Acara ditutup dengan ajakan untuk terus belajar dan aktif dalam pelatihan lanjutan yang akan digelar KAWANJARI bersama mitra. Penyelenggara berharap kegiatan ini memperkuat semangat kebersamaan lintas daerah, memperluas jejaring antarwartawan, dan menjaga roh nasionalisme dalam kerja jurnalistik yang inklusif dan berpihak pada kepentingan publik.

share this :