Jurnal1Jambi.com,- Jakarta, 25/7/2025 — Upaya Sekber Wartawan Indonesia (SWI) untuk menjadi konstituen Dewan Pers memasuki fase krusial. Melalui rapat daring yang digelar Tim Percepatan Konstituen Dewan Pers (TPKDP) SWI, Jumat siang, arah gerak organisasi ini kembali dipertegas: melengkapi syarat teknis dan administratif agar mimpi lama segera menjadi kenyataan.
Acara yang berlangsung pukul 14.30–16.30 WIB ini diawali arahan dari Plt. Ketum sekaligus Sekjen SWI, Ir. Herry Budiman, yang menyuntikkan motivasi kepada anggota. “Saya berharap kita bisa menuntaskan amanah Rakernas 2022, yakni menjadikan SWI sebagai organisasi pers konstituen Dewan Pers. Semua tahapan komunikasi dan administrasi sudah kita tempuh. Kini tinggal mengumpulkan karya anggota yang sedang dalam proses,” tegas Herry. Kalimat ini bukan sekadar pengingat, tetapi penekanan: komitmen harus dibuktikan dengan aksi nyata.

Langkah percepatan disampaikan Imam Suwandi, S.Sos., M.I.Kom, Ketua TPKDP yang juga Direktur SWI Learning Center. Ia menegaskan bahwa tim percepatan hadir bukan hanya untuk mengimbau, tapi memastikan eksekusi. “Keberadaan TPKDP adalah membantu anggota yang terkendala teknis, khususnya pengumpulan karya jurnalistik April–Juni 2025. Cukup kirimkan link berita, tim kami yang akan mengemas sesuai persyaratan. Ini butuh dukungan nyata dari lebih 500 anggota SWI,” ujarnya. Sebuah pesan yang jelas: birokrasi tidak boleh menjadi penghalang, karena inovasi lahir dari kemudahan.
Rapat ini bukan sekadar formalitas, tetapi forum evaluasi yang memunculkan diskusi kritis. Salah satunya, tanya jawab dengan Kabid OKK terkait dinamika organisasi. Pertanyaan yang muncul bukan hanya soal prosedur, tetapi menyentuh persoalan fundamental: bagaimana memastikan setiap anggota merasa dilibatkan dalam perjalanan strategis ini? Di sinilah organisasi dihadapkan pada cermin: apakah ia mampu menjadi rumah bersama, bukan sekadar struktur formalitas?
Hadir dalam pertemuan ini jajaran pengurus DPP SWI, Plt. Ketum/Sekjen SWI, Bendum, para ketua SWI daerah, hingga anggota dari berbagai wilayah. Nama-nama kunci di TPKDP pun ditegaskan: Imam Suwandi sebagai Ketua, bersama Omega DR Tahun (Kabid Hukum), Riki (Kabid OKK), Arief Ramdhani (Kabid Hubla), dan Aldimas Pramudya (Kabid Media Massa). Mereka bukan sekadar daftar nama, tetapi representasi tanggung jawab yang harus diemban.












