Jurnal1Jambi.com,- BATANGHARI – Pernyataan absurd keluar dari mulut seorang oknum debt collector (DC) yang mengaku dari Federal International Finance (FIF) Cabang Muara Bulian. Dalam rekaman suara yang beredar, pria berinisial PR menyebut bahwa “Perlindungan Konsumen adalah ajaran sesat.” Ya, Anda tidak salah baca ajaran sesat.

Kejadian ini terjadi pada Rabu (25/6/2025), saat PR, dengan percaya diri yang entah datang dari mana, menyampaikan pandangan aneh tersebut kepada salah satu konsumen. “Yang ada itu perlindungan anak atau perempuan, kalau perlindungan konsumen itu ajaran sesat,” katanya dalam rekaman.

Kalimat itu tentu bukan hanya keliru, tapi berbahaya—karena keluar dari seorang representasi lembaga keuangan resmi. Entah PR sedang lupa bahwa Indonesia punya Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen, atau memang ada kurikulum pelatihan DC yang terlalu sempit—yang hanya mengajarkan bagaimana mengetuk pintu rumah, bukan membaca konstitusi.

Pernyataan ini langsung mendapat respons keras dari Kurniadi Hidayat, Ketua Umum Lembaga Perlindungan Konsumen Nusantara Indonesia (LPKNI). Ia menyatakan kemarahan sekaligus ultimatum. “Saya tunggu klarifikasinya dalam waktu 1×24 jam. Jika tidak ada, kami akan menempuh jalur hukum,” tegasnya.

“Ini negara hukum, bukan negara menurut-mulut. Undang-undang Perlindungan Konsumen itu sah, bukan ajaran sesat,” tambah Kurniadi dengan nada tajam.

Ketika diklarifikasi oleh media, PR malah bungkam. Entah sedang mencari pasal pembelaan, atau sedang membuka Google dengan kata kunci “apa itu perlindungan konsumen.”

Di tengah gempuran tagihan dan tekanan ekonomi, konsumen memang kerap jadi korban bukan hanya dari sistem, tapi juga dari ketidaktahuan oknum seperti PR. Satirenya, mereka yang seharusnya paham hukum malah bicara layaknya orator jalanan yang gagal paham.

Mungkin sudah waktunya lembaga keuangan tidak hanya melatih para DC cara menarik motor, tapi juga cara berpikir. Sebab jika yang ditarik bukan hanya kendaraan tapi juga akal sehat, kita patut bertanya: siapa sebenarnya yang sesat?

share this :