Jurnal1Jambi.com,- Sarolangun, 25/06/2025 – Di tengah kegaduhan politik yang kerap membisingkan ruang publik, secercah keteladanan muncul dari pelosok desa. Serda Erfit Ependi W, Babinsa Koramil 430-03/Pauh Kodim 0420/Sarko, menunjukkan bahwa kemanunggalan TNI dan rakyat bukan sekadar jargon seremoni. Ia turun langsung membaur bersama warga Desa Mentawak Baru, Kecamatan Air Hitam, Kabupaten Sarolangun, membangun fasilitas masjid lewat gotong royong.

Kegiatan ini bukan sekadar angkat cangkul dan aduk semen. Lebih dari itu, ia adalah manifestasi nyata peran sosial TNI di tengah masyarakat. Tanpa sorotan kamera, tanpa panggung politik. Hanya ketulusan, keringat, dan semangat kebersamaan yang mengalir dalam tiap ayunan tangan.

“Berat sama dipikul, ringan sama dijinjing,” ujar Serda Erfit di sela kegiatan. Ungkapan klasik ini menjadi etos kerja bersama antara aparat dan warga. Gotong royong bukan lagi sekadar warisan budaya, melainkan strategi sosial dalam menjaga harmoni.

Sebagai ujung tombak pertahanan teritorial, Serda Erfit menegaskan bahwa Babinsa bukan sekadar perpanjangan tangan komando, tetapi juga simpul penggerak sosial di akar rumput. Membangun masjid bukan hanya soal fisik, tapi juga membangun jiwa kolektif masyarakat yang kerap dilupakan negara.

Warga menyambut inisiatif ini dengan semangat. Tak hanya para pria, ibu-ibu rumah tangga dan pemuda desa pun terlibat aktif. Ini bukan proyek siapa-siapa. Ini kerja bersama yang memperlihatkan bahwa gotong royong belum punah di tengah individualisme yang kian menjamur.

Pembangunan masjid ini diharapkan menjadi lebih dari sekadar tempat ibadah. Ia menjadi ruang publik spiritual, tempat menyemai nilai kebersamaan dan solidaritas. Dan tentu, di balik pondasi yang dibangun, berdiri kokoh kemanunggalan TNI dan rakyat yang tidak sedang dipoles untuk kampanye—tetapi dibuktikan dalam kerja nyata.

share this :