Jurnal1jambi.com,- Insiden korsleting listrik menimpa mobil transportir Pertamina di Jembatan Aur Duri 2 pada 26/03/2026 sekitar pukul 09.15 WIB, saat kendaraan tersebut dalam perjalanan menuju PT EWF di Niaso, Jambi. Peristiwa ini melibatkan satu unit mobil bernomor polisi BH 8852 MW yang sebelumnya mengisi bahan bakar di Depot Jambi pada pagi hari.
Korsleting terjadi secara tiba-tiba di tengah jalur vital penghubung, memicu percikan api yang berpotensi membesar. Beruntung, respons cepat dari pengemudi, petugas, dan warga sekitar mampu mengendalikan situasi sebelum berubah menjadi bencana yang lebih serius.
“Insiden ini terjadi mendadak, namun api berhasil dipadamkan dengan APAR dan bantuan mobil DAMKAR,” ujar Andreas Barus, pengemudi kendaraan tersebut. Ia menegaskan bahwa tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini, sementara proses pengamanan berlangsung cepat dan terukur.

Pasca kejadian, kendaraan langsung diarahkan ke lokasi bongkar PT EWF untuk memastikan keamanan muatan. Saat ini, mobil telah berada di garasi dalam kondisi kosong, sementara aktivitas lalu lintas di sekitar lokasi berangsur normal kembali.
Namun insiden ini menyisakan pertanyaan yang tak bisa diabaikan: seberapa siap sistem pengamanan transportasi bahan bakar menghadapi risiko teknis di lapangan? Di tengah lalu lintas distribusi energi yang padat, satu percikan kecil bisa menjadi ancaman besar jika prosedur keselamatan tidak dijalankan secara disiplin dan berkelanjutan.
Peristiwa di Aur Duri bukan sekadar insiden teknis, melainkan pengingat keras bahwa keselamatan bukan pilihan, melainkan kewajiban. Di balik setiap distribusi energi, ada tanggung jawab yang harus dijaga, karena kelalaian sekecil apa pun, selalu punya potensi menjadi kabar duka yang tak diharapkan.











