Jurnal1jambi.com,- Penerima mandat pembentukan Dewan Pimpinan Daerah Ikatan Keluarga Minangkabau (DPD IKM) Kabupaten Bungo membuka posko rest area bagi perantau Minang yang mengikuti tradisi Pulang Basamo tahun 2026. Inisiatif ini menjadi bentuk dukungan nyata bagi para perantau yang melintasi jalur Sumatera menuju kampung halaman, sekaligus menandai percepatan konsolidasi pembentukan organisasi IKM di Kabupaten Bungo.

Langkah tersebut dibahas dalam rapat musyawarah yang digelar pada Rabu 11/03/2026 di Rumah Makan Nan Kandung, Muara Bungo. Rapat dihadiri oleh sepuluh orang tim penerima mandat berdasarkan Surat Mandat Nomor 01/KS/DPW-IKM/II/2026 dari Dewan Pimpinan Wilayah Ikatan Keluarga Minangkabau Provinsi Jambi, serta sejumlah tokoh perantau Minang yang berdomisili di Kabupaten Bungo.

Meski berlangsung dalam suasana santai, musyawarah tersebut diwarnai diskusi yang cukup dinamis sebelum akhirnya mencapai sejumlah kesepakatan strategis. Salah satu tim penerima mandat menyampaikan bahwa pembukaan rest area menjadi bentuk kepedulian terhadap para perantau yang menempuh perjalanan panjang menuju Sumatera Barat. “Pembukaan rest area ini merupakan wujud nyata kami selaku penerima mandat. Semoga dunsanak nan barayo kakampuang salamaik pulang pai,” ujarnya.

Selain itu, forum musyawarah juga menyepakati usulan pencalonan Yunarlis, S.E. sebagai Ketua DPD IKM Kabupaten Bungo yang akan diajukan kepada Dewan Pimpinan Pusat Ikatan Keluarga Minangkabau. Usulan tersebut disebut telah melalui berbagai pertimbangan, termasuk masukan dari tokoh masyarakat serta hasil survei yang dilakukan tim penerima mandat di kalangan perantau Minang di daerah tersebut.

Untuk mendukung program nasional Pulang Basamo yang digagas DPP IKM, tim penerima mandat juga membuka dua titik rest area di jalur lintas Sumatera arah Padang, yakni di kawasan Simpang Jambi serta di Rest Area LKSA Panti Asuhan ‘Aisyiyah Sei Binjai Muara Bungo. Posko tersebut diharapkan menjadi tempat singgah bagi para pemudik untuk beristirahat sebelum melanjutkan perjalanan.

Antusiasme masyarakat Minang di Kabupaten Bungo terhadap pembentukan IKM juga terlihat dari semakin aktifnya komunikasi antarperantau, termasuk melalui sejumlah grup WhatsApp komunitas Minang setempat. Salah seorang tokoh perantau yang akrab disapa Ajo Pendek berharap organisasi ini segera terbentuk secara resmi sehingga dapat menjadi wadah pemersatu bagi masyarakat Minang di perantauan. “Harapan kami, IKM Bungo cepat terbentuk dengan kepengurusan yang mampu merangkul seluruh masyarakat Minang di sini, agar menjadi rumah gadang bagi rang rantau yang semakin kokoh,” tuturnya. (Defri)

share this :