Jurnal1jambi.com,- Suasana khidmat menyelimuti kegiatan tausiyah rutin dalam rangka Pesantren Ramadhan di Lapas Perempuan Kelas IIB Jambi, Muaro Jambi, pada 11/03/2026. Program pembinaan kerohanian ini menjadi ruang refleksi bagi warga binaan untuk menata kembali hati, sekaligus memperkuat keimanan di bulan suci Ramadhan.
Kegiatan berlangsung sederhana namun sarat makna. Di tengah keterbatasan ruang gerak, para warga binaan berkumpul mengikuti tausiyah yang menjadi bagian dari program pembinaan spiritual yang rutin digelar selama Ramadhan.
Tausiyah disampaikan oleh ustaz Ngatmin yang menekankan pentingnya memperbaiki diri dan memperkuat hubungan dengan Allah SWT. “Ramadhan adalah kesempatan untuk memulai kembali. Setiap manusia punya ruang untuk berubah dan menjadi lebih baik,” ujarnya di hadapan para warga binaan.
Para peserta mengikuti kegiatan dengan penuh perhatian. Bagi mereka, tausiyah ini bukan sekadar ceramah, melainkan momen untuk merenung, memperbaiki niat, dan menumbuhkan harapan tentang kehidupan yang lebih baik setelah menjalani masa pembinaan.
Di balik tembok lembaga pemasyarakatan, pembinaan spiritual sering kali menjadi fondasi penting dalam proses perubahan diri. Ketika nilai-nilai keimanan diperkuat, harapan untuk kembali ke masyarakat sebagai pribadi yang lebih baik pun menjadi semakin nyata.
Pesantren Ramadhan di Lapas Perempuan Kelas IIB Jambi bukan sekadar agenda seremonial tahunan. Ia adalah pengingat bahwa setiap manusia, di mana pun berada, selalu memiliki kesempatan untuk memperbaiki diri dan Ramadhan menjadi panggung sunyi bagi lahirnya tekad baru menuju kehidupan yang lebih bermakna.












