Jurnal1jambi.com,- Muaro Jambi — Suasana Ramadan di Desa Lopak Alai, Kecamatan Kumpeh Ulu, terasa lebih khidmat ketika Kapolres Muaro Jambi AKBP Heri Supriawan, S.I.K., M.H. menggelar kegiatan buka puasa bersama yang dilanjutkan dengan Sholat Tarawih Keliling (Tarling), Senin malam (23/2/2026). Agenda ini bukan sekadar ibadah berjamaah, tetapi juga ruang silaturahmi antara kepolisian dan masyarakat desa.
Kegiatan diawali dengan buka puasa bersama di kediaman Kepala Desa Lopak Alai, Datuk Rano, kemudian dilanjutkan Sholat Isya dan Tarawih di Masjid Jami’ Innnur, RT 05 Desa Lopak Alai. Sekitar 100 warga hadir mengikuti rangkaian kegiatan yang berlangsung penuh kekhusyukan dan kebersamaan hingga malam hari.
Turut mendampingi Kapolres, jajaran pejabat utama Polres Muaro Jambi dan Polsek Kumpeh Ulu, di antaranya Wakapolres Kompol Deni Mulyadi, Kabag Ops AKP Rodi Hambali, Kasat Samapta AKP M. Faisal Siregar, Kasat Tahti Apardin, hingga Kapolsek Kumpeh Ulu AKP Roviansyah beserta personel lainnya. Kehadiran unsur kepolisian lintas satuan ini mencerminkan komitmen menjaga stabilitas keamanan sekaligus memperkuat kedekatan institusi Polri dengan masyarakat.
Dalam kesempatan tersebut, Kapolres menyampaikan pesan kamtibmas secara langsung kepada jamaah. Ia mengingatkan masyarakat untuk memanfaatkan layanan pengaduan Polri melalui nomor 110 sebagai kanal resmi pelaporan jika menemukan potensi gangguan keamanan di lingkungan sekitar. Menurutnya, keamanan bukan hanya tanggung jawab aparat, tetapi juga lahir dari partisipasi aktif masyarakat.
Kapolres juga menyoroti bahaya peredaran narkoba dan maraknya judi online yang dinilai dapat merusak tatanan sosial serta masa depan generasi muda. Ia menegaskan pentingnya kewaspadaan kolektif dan keberanian melapor sebagai langkah preventif agar desa tetap aman, sehat, dan produktif secara sosial.
Sebagai wujud kepedulian, Kapolres bersama Wakapolres menyerahkan tali asih kepada Imam Masjid Jami’ Innnur. Kegiatan ditutup dengan pelaksanaan Sholat Tarawih 11 rakaat dan sesi silaturahmi bersama warga. Sekitar pukul 20.45 WIB, rangkaian kegiatan berakhir dalam situasi aman dan kondusif—menegaskan bahwa pendekatan humanis melalui ibadah dan dialog publik tetap menjadi strategi efektif dalam menjaga harmoni keamanan di tengah masyarakat. (Noval)












