Jurnal1jambi.com,— Persiapan pemekaran Desa Kasang Tanjung Nangko menjadi perhatian publik. Di tengah proses tersebut, salah satu perangkat desa, yakni Kasi Pemerintahan Sugeng, menjadi sorotan setelah dikabarkan tidak aktif masuk kerja dalam beberapa waktu terakhir.
Informasi mengenai ketidakhadiran tersebut mencuat bersamaan dengan tahapan persiapan pemekaran desa. Tim redaksi Jurnal1 kemudian melakukan penelusuran dan konfirmasi kepada pihak pemerintah desa guna memastikan kejelasan informasi yang beredar di masyarakat.
Penjabat (PJ) Kepala Desa Kasang Tanjung Nangko, Mulyadi Rondang, saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon pada Selasa (17/2/2026), membenarkan bahwa Sugeng memang sudah beberapa minggu tidak menjalankan tugasnya di kantor desa. Ia menyebut pihak desa telah mengambil langkah administratif.
“Benar, Kasi Pemerintahan sudah sekitar tiga minggu tidak masuk kerja. Kami sudah melakukan pemanggilan dan menyarankan agar yang bersangkutan tetap melaksanakan tugas sebagaimana mestinya,” ujar Mulyadi Rondang.
Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa disiplin aparatur desa merupakan prinsip yang harus dijaga dalam penyelenggaraan pemerintahan. Jabatan publik, menurutnya, menuntut tanggung jawab profesional tanpa dipengaruhi faktor hubungan keluarga maupun kedekatan personal.
Di tempat terpisah, Kepala Desa Kasang Pudak, Mulyatin, yang juga orang tua Sugeng, menjelaskan bahwa ketidakhadiran anaknya disebabkan kondisi kesehatan. Ia menyebut Sugeng mengalami sakit kulit berupa gatal-gatal dan memilih tidak masuk kerja karena khawatir kondisi tersebut dapat menular.
.












