Jurnal1jambi.com — Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Muaro Jambi mengakui masih menghadapi kendala serius dalam penanganan sampah akibat keterbatasan armada pengangkut. Kondisi ini dinilai menjadi faktor utama belum optimalnya pengangkutan sampah di sejumlah wilayah Kabupaten Muaro Jambi yang berjuluk Bumi Sailun Salimbai.
Kabid Persampahan dan Limbah B3 DLH Kabupaten Muaro Jambi, Muhammad Rifai, menjelaskan bahwa saat ini DLH hanya memiliki sebelas armada pengangkut sampah yang masih beroperasi, termasuk satu unit arm roll. Jumlah tersebut, menurutnya, belum sebanding dengan volume sampah yang harus diangkut setiap hari.
“Dengan kebutuhan pelayanan saat ini, jumlah armada yang tersedia memang masih sangat terbatas. Idealnya, persoalan pengangkutan sampah akan lebih tertangani jika armada memadai,” ujar Muhammad Rifai saat dikonfirmasi.
Ia menegaskan, untuk mengatasi permasalahan sampah secara lebih efektif, DLH Kabupaten Muaro Jambi setidaknya membutuhkan sekitar 22 armada pengangkut. Penambahan armada dinilai menjadi langkah strategis guna mengurangi tumpukan dan timbulan sampah yang masih terjadi di berbagai titik.
Selain keterbatasan armada, DLH juga terus mendorong peningkatan kesadaran masyarakat dalam pengelolaan sampah rumah tangga. Rifai menekankan bahwa persoalan sampah bukan semata tanggung jawab pemerintah, melainkan membutuhkan keterlibatan aktif seluruh elemen masyarakat.
“Permasalahan sampah adalah masalah bersama. Perlu partisipasi pihak kecamatan, kelurahan, hingga desa dalam menjaga kebersihan lingkungan, termasuk melakukan pembinaan kepada masyarakat agar lebih sadar dalam penanganan sampah,” pungkasnya.












