Jurnal1jambi.com,- Kawasan Pasar Selasa di Desa Bakti Mulya, Kecamatan Sungai Bahar, Kabupaten Muaro Jambi, tampak lebih sibuk dari biasanya pada Jumat pagi, 6/2/2026. Bukan karena ramainya transaksi, melainkan karena puluhan personel kepolisian, aparatur pemerintah, dan warga setempat bahu-membahu menyapu serta mengangkut tumpukan sampah di area pasar.
Kegiatan kurve dan gotong royong massal itu diinisiasi Polsek Sungai Bahar sebagai langkah konkret penanggulangan sampah di ruang publik. Gerakan dimulai sejak pukul 07.00 WIB dengan pembersihan internal di lingkungan Mako Polsek Sungai Bahar. Sekitar satu jam kemudian, aksi dilanjutkan ke titik utama, yakni Pasar Selasa RT 08 Desa Bakti Mulya.
Kapolsek Sungai Bahar AKP Wiwik Utomo, S.E., M.H., memimpin apel bersama sebelum kegiatan dimulai. Hadir pula Camat Sungai Bahar Agus Riyadi, S.T., dan Kepala Desa Bakti Mulya Mahmuhromi, yang menegaskan adanya keterlibatan lintas unsur untuk memperkuat budaya bersih dan sehat di lingkungan masyarakat.
Dalam arahannya, AKP Wiwik Utomo menekankan kegiatan ini tidak berhenti sebagai rutinitas, tetapi bentuk pelaksanaan arahan Presiden terkait pelestarian lingkungan hidup. Ia mengingatkan bahwa persoalan sampah bukan sekadar gangguan estetika, melainkan ancaman kesehatan dan kualitas lingkungan bila dibiarkan menumpuk.
“Gotong royong ini bertujuan untuk menjaga kebersihan agar tidak mencemari lingkungan. Kami mengimbau semua pihak memiliki kesadaran kolektif untuk tidak membuang sampah sembarangan,” ujar AKP Wiwik Utomo. Ia menilai perubahan perilaku warga menjadi kunci agar pasar tetap bersih setelah kegiatan selesai.
Pembersihan difokuskan pada area pasar yang kerap menjadi titik penumpukan sampah sisa pedagang maupun limbah rumah tangga. Dengan sapu lidi, penggaruk sampah, dan kantong plastik besar, personel Polsek Sungai Bahar bersama staf kecamatan, perangkat desa, dan warga menyisir setiap sudut pasar.
Aksi berakhir sekitar pukul 09.30 WIB dan berlangsung tertib. Selain membuat wajah pasar lebih bersih, kegiatan ini menjadi ruang mempererat silaturahmi antara kepolisian, pemerintah setempat, dan masyarakat. Kurve massal ini diharapkan menjadi pemantik bagi desa-desa lain di Muaro Jambi untuk lebih peduli pada pengelolaan sampah secara mandiri dan berkelanjutan.











