Jurnal1jambi.com,— Pergantian 36 Kapolda di seluruh Indonesia, termasuk penunjukan Edy Murbowo sebagai Kapolda Nusa Tenggara Barat, merupakan bagian dari dinamika organisasi Polri. Edy Murbowo menggantikan Hadi Gunawan yang memasuki masa purnatugas, sekaligus menandai kesinambungan kepemimpinan di tingkat daerah.
Kebijakan mutasi ini ditetapkan oleh Listyo Sigit Prabowo dan mencakup 1.086 perwira tinggi serta menengah Polri. Dari jumlah tersebut, 928 personel mendapatkan promosi maupun penugasan setara. Langkah ini menunjukkan upaya institusi dalam menjaga ritme organisasi agar tetap efektif dan adaptif.
Di wilayah barat Indonesia, sejumlah nama dipercaya memimpin Polda strategis, antara lain Marzuki Ali Basya sebagai Kapolda Aceh, Whisnu Hermawan Februanto di Sumatera Utara, serta Hery Heryawan di Riau. Penempatan ini mencerminkan kebutuhan kepemimpinan yang memahami karakter wilayah masing-masing.
Di Pulau Jawa, Kapolri mempercayakan posisi strategis kepada Asep Edi Suheri sebagai Kapolda Metro Jaya, Rudi Setiawan di Jawa Barat, Ribut Hari Wibowo di Jawa Tengah, serta Nanang Avianto di Jawa Timur. Wilayah ini menuntut kepemimpinan yang tegas sekaligus responsif terhadap dinamika masyarakat perkotaan.
Untuk kawasan Indonesia timur, sejumlah perwira juga mendapat amanah penting, di antaranya Daniel Adityajaya sebagai Kapolda Bali, Rudi Darmoko di Nusa Tenggara Timur, serta Djuhandhani Rahardjo Puro di Sulawesi Selatan. Tantangan keamanan dan sosial di kawasan ini menuntut pendekatan yang profesional dan kontekstual.
Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divhumas Polri, Trunoyudo Wisnu Andiko, menegaskan bahwa mutasi merupakan bagian dari pembinaan karier dan penyegaran organisasi. Pernyataan ini menegaskan bahwa rotasi jabatan tidak sekadar administratif, tetapi juga diarahkan untuk memperkuat kinerja Polri secara menyeluruh.
Pada akhirnya, daftar nama Kapolda baru tersebut membawa harapan publik akan peningkatan profesionalisme dan kualitas pelayanan. Rotasi ini bukan hanya soal siapa menjabat di mana, melainkan bagaimana para pimpinan tersebut menjalankan amanah dengan integritas, keteladanan, dan keberpihakan pada kepentingan masyarakat.












