Jurnal1jambi.com,— Mataram — Ratusan mahasiswa Nahdlatul Ulama dari Sabang hingga Merauke berkumpul di Kampus Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) Nusa Tenggara Barat dalam Musyawarah Kerja Nasional (Mukernas) BEM PTNU Se-Nusantara 2025. Dibuka pada Jumat (5/12/2025), pertemuan ini menjadi lebih dari sekadar forum organisasi; ia menjelma sebagai ruang konsolidasi intelektual dan spiritual mahasiswa Nahdliyin yang tengah menapaki peran baru dalam lanskap kebangsaan.
Ketua BEM UNU NTB, Indra Ramadhan, menyebut kehadiran ratusan peserta di Bumi Sasak sebagai wujud nyata militansi mahasiswa PTNU di tengah keterbatasan. Ia menegaskan bahwa kerja kolektif yang dilakukan panitia bukan hanya untuk suksesnya acara, tetapi juga sebagai bentuk tanggung jawab moral terhadap tradisi keilmuan dan pengabdian yang diwariskan para ulama. “Semoga betah di NTB, insyaallah setiap langkah di UNU NTB akan membawa keberkahan,” ujarnya dengan penuh harap.
Momentum Mukernas ini terasa istimewa bagi UNU NTB. Rektor Dr. Baiq Mulianah, M.Pd.I menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan kado terindah di hari jadi ke-11 UNU NTB, tepat 6 Desember 2025. Ia memaparkan capaian strategis kampus: hampir empat ribu mahasiswa aktif, seluruh prodi berakreditasi Baik Sekali, dan partisipasi mahasiswa internasional dari Inggris, Belanda, hingga Jerman. “Kita diajarkan untuk tidak mundur walau setapak, dan berani menampakkan diri ketika melihat menara kesuksesan,” ujarnya mengutip Qasidah Burdah sebagai pengingat akan pentingnya daya juang.
Dari sisi nasional, Ketua Presidium BEM PTNU, Achmad Baha’ur Rifqi, menegaskan bahwa semangat peserta dari berbagai penjuru Nusantara adalah bukti keteguhan gerakan mahasiswa NU yang berakar pada nilai khidmah. Ia memperkenalkan program Pendidikan Kader Muda NU (PKMNU) dengan empat fokus strategis kewirausahaan, kepemimpinan, ketahanan pangan, dan media sebagai jalan membangun kemandirian dan relevansi gerakan mahasiswa di era digital. “Kita berdiri di garis perjuangan ulama, bukan sekadar organisasi, tapi gerakan kesadaran,” tegasnya.
Gubernur NTB, Dr. H. Lalu Muhammad Iqbal, dalam sambutannya menegaskan pentingnya fondasi ekonomi dalam perjuangan sosial dan politik mahasiswa. Ia mengingatkan bahwa kekuatan dakwah dan pergerakan tidak lahir dari retorika, melainkan dari kemandirian. “Berdaganglah, karena berdagang itu sembilan dari sepuluh pintu rezeki,” kutipnya. Bagi Gubernur, generasi muda hari ini adalah generasi transisi bukan penonton sejarah, tetapi arsitek masa depan yang sedang mereka bangun sendiri.
Mukernas BEM PTNU 2025 kemudian ditandai dengan pemukulan Gendang Beleq oleh Gubernur NTB dan Rektor UNU NTB sebagai simbol harmoni tradisi dan modernitas. Di akhir acara, peluncuran jaringan portal berita bemptnunews.com menjadi penegasan bahwa mahasiswa NU kini tidak hanya berkhidmah lewat mimbar dan ruang kuliah, tapi juga lewat narasi. Dalam enam paragraf peristiwa ini, satu pesan bergema kuat: gerakan mahasiswa bukan lagi soal perlawanan, tetapi tentang penciptaan tentang bagaimana iman, ilmu, dan keberanian bersinergi untuk Indonesia yang lebih berdaya.












