Jurnal1jambi.com,— Direktorat Polisi Perairan dan Udara (Ditpolairud) Polda Jambi menandai usia pengabdian ke-75 dengan syukuran yang digelar pada Senin, 1/12/2025, di Aula Lantai 3 Gedung Siginjai Mapolda Jambi. Suasana hangat terasa sejak awal acara yang dihadiri Kapolda Jambi Irjen Pol Krisno H. Siregar, Wakapolda Jambi Brigjen Pol M. Mustaqim, Irwasda Polda Jambi Kombes Pol Jannus Parlidungan Siregar, para pejabat utama, Kapolres jajaran, Bhayangkari, hingga para purnawirawan dan warakawuri. Ada kesan sederhana namun penuh makna, seolah menegaskan bahwa usia panjang institusi ini tak pernah lepas dari semangat pelayanan.
Rangkaian kegiatan dibuka dengan doa bersama, dilanjutkan lantunan Mars Airud, penampilan hadroh, dan penayangan selayang pandang Ditpolairud. Deretan agenda ini bukan sekadar seremoni, ia menjadi pengingat perjalanan panjang satuan kepolisian perairan yang lahir dari kebutuhan menjaga alur hidup masyarakat pesisir dan jalur perairan yang menjadi nadi ekonomi daerah.
Dalam sambutannya, Dirpolairud Polda Jambi Kombes Pol Agus Tri Waluyo menyampaikan rasa syukur dan apresiasi kepada seluruh pihak yang terus mendukung kerja-kerja Ditpolairud. Ia menyoroti pembangunan Monumen Patroli Ditpolairud dan hibah Rumah Baca Bahari di Pulau Pandan sebagai wujud kolaborasi nyata antara institusi kepolisian dan masyarakat. Dua hal kecil, namun sarat pesan bahwa keamanan tak pernah berdiri sendiri, ia tumbuh dari kepercayaan publik.

Kombes Agus berharap seluruh personel tetap hadir sebagai pelindung dan pengayom yang dapat diandalkan. Harapan itu seakan dipertegas oleh Kapolda Jambi Irjen Pol Krisno Halomoan Siregar yang dalam sambutannya memberikan apresiasi terhadap kiprah Ditpolairud, terutama pembangunan Rumah Baca Bahari di Kampung Pandan. Menurutnya, inisiatif itu bukan sekadar fasilitas baca, melainkan ruang belajar yang mampu membentuk kedekatan baru antara polisi dan masyarakat pesisir.
Kapolda juga mengingatkan pentingnya kesiapsiagaan dalam menghadapi potensi bencana alam. Bantuan yang telah disalurkan bagi warga terdampak menjadi bukti bahwa kepolisian tak hanya menjaga keamanan, tetapi juga hadir saat masyarakat berada di titik paling rentan. Ada nada empati yang menembus protokoler, sebuah ajakan untuk tetap waspada tanpa kehilangan kepedulian.
Acara kemudian ditutup dengan rangkaian agenda simbolik, pemotongan tumpeng, penyerahan sertifikat Brevet Bhayangkara Bahari, penghargaan kepada masyarakat Pulau Pandan, hingga penyerahan kapal patroli dan sepeda motor kepada Ditpolairud. Penghargaan bagi personel berprestasi dan pemenang berbagai lomba ikut diberikan, menandai bahwa semangat pelayanan yang kuat selalu lahir dari sumber daya manusia yang dihargai. Di usia ke-75, Ditpolairud Polda Jambi kembali menegaskan satu hal, pengabdian terbaik selalu dimulai dari komitmen pada masyarakat. (Noval)












