Jurnal1jambi.com,— MUARO JAMBI, – Di balik dinding sunyi Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Perempuan Kelas IIB Jambi, ada denyut perubahan yang nyata. Kamis, 23 Oktober 2025, lembaga ini menerima kunjungan Studi Tiru dari Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA) Kelas II Muara Bulian. Bukan sekadar silaturahmi, kunjungan ini menjadi ruang belajar bersama untuk menggali strategi pembangunan Zona Integritas (ZI) menuju Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) dan Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM).
Sambutan hangat menyambut langkah rombongan LPKA di halaman Lapas Perempuan Jambi. Dalam suasana penuh semangat, Ketua Zona Integritas, Wulan Sari Safitri, menyampaikan paparan tentang perjalanan panjang mewujudkan budaya kerja yang berintegritas. Ia berbicara bukan hanya tentang regulasi, tetapi tentang kesadaran moral dalam bekerja. “Integritas itu bukan target, tapi karakter yang harus dijaga setiap hari,” ungkapnya tegas, namun lembut.
Rangkaian kegiatan berlanjut dengan observasi lapangan. Para tamu diajak meninjau sejumlah fasilitas, mulai dari Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP), Galeri Lapuanja, Wartelsuspas, Dapur, Balai Latihan Kerja (BLK), hingga Klinik Pratama. Setiap ruang menyimpan cerita tentang inovasi pelayanan publik yang ramah, sistem kerja yang transparan, dan pembinaan yang berfokus pada pemulihan, bukan sekadar hukuman.
Bagi rombongan LPKA Muara Bulian, kunjungan ini membuka mata. Mereka menyaksikan bagaimana semangat reformasi birokrasi diterjemahkan dalam tindakan nyata oleh seluruh pegawai Lapas Perempuan Jambi. Tidak hanya dalam bentuk administrasi rapi, tapi juga dalam perilaku, cara melayani, dan budaya saling menghargai.
Lebih dari sekadar pertukaran pengetahuan, kegiatan ini menjadi simbol sinergi antar-satuan kerja di lingkungan pemasyarakatan. Bahwa membangun birokrasi bersih tidak bisa sendirian, melainkan lewat kolaborasi, saling belajar, dan berbagi semangat perubahan.
Kegiatan kemudian ditutup dengan foto bersama gestur sederhana yang merekam makna besar bahwa integritas bukan sekadar jargon, melainkan arah gerak baru dalam tubuh birokrasi. Dari Lapas Perempuan Jambi, pesan itu mengalir perubahan bisa lahir dari tempat mana pun, selama ada niat tulus untuk melayani dengan hati.
(Noval)












