Jurnal1jambi.com,— KOTA JAMBI, – Diam bukan pilihan. Pemerintah Kota Jambi melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPM PPA) kini bergerak aktif menyalakan obor kesadaran baru di ruang-ruang sekolah. Mengusung tema “Edukasi Anti-Bullying”, tim DPM PPA turun langsung ke SD dan SDIT di seluruh Kota Jambi untuk mengajak anak-anak berani bersuara, saling menghargai, dan menghentikan budaya perundungan.

Kegiatan ini digelar secara berkelanjutan mulai 13–14 Oktober, dilanjutkan 21–22 Oktober, dan akan berakhir pada 28–29 Oktober 2025. Setiap pekan, tim turun ke sekolah berbeda, membuka dialog hangat bersama murid, guru, dan tenaga pendidik. Tidak ada ceramah kaku yang ada adalah percakapan terbuka tentang empati, keberanian, dan bagaimana menghentikan luka yang sering disembunyikan di balik senyum anak-anak.

Kepala Dinas DPM PPA Kota Jambi, Dra. Hj. Neverentiwi Dewanti, M.E., menyebut langkah ini sebagai gerakan moral sekaligus sosial. “Bullying bukan hal sepele. Ia bisa merusak kepercayaan diri anak, bahkan masa depannya. Kami ingin anak-anak Jambi tumbuh di lingkungan yang aman, saling menghargai, dan bebas dari ketakutan,” ujarnya penuh ketegasan namun dengan nada keibuan.

DPM PPA Kota Jambi turun langsung ke sekolah-sekolah membawa semangat Edukasi Anti-Bullying

Edukasi ini tidak hanya berfokus pada korban, tetapi juga mengajak para pelaku, teman sebaya, dan guru memahami dampak psikologis yang muncul dari tindakan perundungan. Melalui permainan edukatif, simulasi, dan diskusi interaktif, tim DPM PPA menghadirkan suasana belajar yang menyenangkan namun sarat makna: bahwa kebaikan harus lebih nyaring dari ejekan.

Program ini disambut antusias oleh pihak sekolah dan para guru. Banyak di antara mereka mengaku kegiatan ini membuka mata tentang pentingnya membangun komunikasi sehat antar siswa dan membiasakan budaya saling menghormati sejak dini. Di beberapa sekolah, siswa bahkan mulai menggagas komunitas teman peduli gerakan kecil untuk saling menjaga agar tak ada lagi yang merasa sendirian.

Langkah DPM PPA Kota Jambi ini adalah bukti bahwa perubahan bisa dimulai dari ruang kelas. Dari satu percakapan kecil, satu tangan yang menepuk bahu temannya, satu keberanian untuk berkata “cukup.” Sebab seperti kata Najwa Shihab, “Setiap suara yang berani bicara adalah langkah pertama menuju keadilan.” Dan kini, anak-anak Jambi sedang belajar untuk berani bersuara.

share this :