Jurnal1jambi.com,— Hidup sebagai jurnalis sering kali digambarkan keras, penuh tekanan, dan dikejar waktu. Namun Rosyid Jurnalis membalikkan narasi itu dengan satu pilihan sederhana: berhenti sejenak. Sabtu sore, 20/9/2025, ia memutuskan meluangkan waktu bersama istrinya di Jembatan Water Front City Kuala Tungkal. Dari titik itulah ia membuktikan, kebahagiaan tidak selalu lahir dari hal besar, melainkan dari jeda kecil yang kita ciptakan sendiri.

Senja di Kuala Tungkal memberi panggung megah yang jarang disadari. Angin laut berhembus lembut, ombak berkejaran di tepian, kapal dan pompong melintas, sementara burung elang menari bebas di angkasa. Semua itu adalah harmoni yang mengajarkan kita untuk berhenti sejenak, menatap sekitar, dan menyadari betapa hidup sudah menyediakan begitu banyak keindahan yang sering kita abaikan.

“Pemandangannya luar biasa. Apalagi saat burung-burung itu melayang di atas laut. Membuat sore ini terasa sempurna dan indah sekali,” ucap Rosyid dengan senyum tulus. Ia tak sedang berbicara tentang estetika semata, melainkan tentang rasa syukur yang lahir dari hal-hal kecil yang membuat hati penuh.

Bagi Rosyid, waktu bersama keluarga bukan sekadar pengisi sela rutinitas, tapi sumber energi yang menjaga dirinya tetap utuh. “Sebagai jurnalis, kita sering sibuk mengejar informasi. Tapi keluarga adalah rumah tempat kita kembali. Itulah mengapa waktu seperti ini terasa sangat berharga,” katanya. Pernyataan itu sederhana, tapi mengandung refleksi yang tajam, kesibukan tanpa keseimbangan hanya akan membuat kita kehilangan arah.

Water Front City kini bukan hanya ikon wisata Tanjung Jabung Barat, tetapi juga ruang sosial tempat masyarakat meneguhkan kebersamaan. Di sana, keluarga duduk bersama, anak-anak bermain, dan generasi muda memandangi senja dengan harapan. Tempat ini mengajarkan, bahwa ruang publik adalah bagian penting dari kebahagiaan kolektif.

Dan di bawah langit jingga yang perlahan meredup, Rosyid Jurnalis memberi pesan yang lebih besar dari sekadar kisah pribadi. Bahwa bahagia itu tidak harus ditunggu, tidak perlu dicari jauh-jauh. Bahagia bisa ditemukan di mana saja selama kita memilih untuk hadir, mensyukuri, dan berbagi dengan orang-orang yang kita cintai.

share this :