Jurnal1jambi.com,— Jakarta, 19/9/2025 – Kementerian Pertahanan Republik Indonesia (Kemenhan RI) resmi merestui penyelenggaraan kejuaraan baris-berbaris bertajuk “BELA NEGARA CUP”, sebuah kompetisi yang dirancang tidak sekadar sebagai lomba fisik, tetapi sebagai ruang pembelajaran disiplin, persatuan, dan kepemimpinan generasi muda.
Dukungan tersebut disampaikan langsung oleh Brigjen TNI G. Eko Sunarto, S.Pd., M.Si., Direktur Bela Negara Ditjen Potensi Pertahanan (Pothan) Kemhan, pada Kamis (18/9) di Jakarta. Ia menegaskan, ajang ini menjadi jalan konkret menghidupkan nilai bela negara. “Melalui kompetisi ini, peserta belajar disiplin, sportivitas, kepemimpinan, serta menjaga persatuan. Nilai bela negara itu nyata, bukan sekadar slogan,” ujarnya.
Ketua Umum Baramuda 08 Indonesia, Rhesa Yogaswara, menyambut baik dukungan Kemenhan. Menurutnya, BELA NEGARA CUP bukan hanya soal baris-berbaris, melainkan wahana pembentukan karakter generasi muda. “Kami ingin pelajar merasakan langsung arti kerja sama, disiplin, dan pantang menyerah. Dari lapangan, mereka belajar menjadi pribadi yang tangguh menghadapi tantangan zaman,” kata Rhesa.
Senada, Sekjen Baramuda 08, Ferdiansyah Rusman, menegaskan bahwa keterlibatan pelajar dari seluruh provinsi akan memberi dampak luas. Kompetisi ini bukan hanya memupuk rasa nasionalisme, tetapi juga memperkuat persaudaraan antar daerah. “Kami ingin melahirkan kader muda yang tidak hanya berprestasi, tapi juga siap berkontribusi nyata bagi bangsa,” ujarnya.
Di tingkat daerah, semangat serupa sudah mulai menyala. Ketua DPD Baramuda 08 Provinsi Jambi, Herry Efrizal, menuturkan bahwa pihaknya segera menggelar ajang serupa di Jambi. “InsyaAllah akan dilaksanakan di ruang terbuka, agar masyarakat luas bisa menyaksikan. Ini bukan hanya lomba, tapi cara menghidupkan kebanggaan dan cinta tanah air,” jelas Herry.
BELA NEGARA CUP hadir sebagai simbol bahwa bela negara tidak berhenti pada teori, tetapi menuntut aksi nyata. Di tangan pemuda, disiplin dan persatuan bukan lagi jargon, melainkan energi perubahan. Sebuah pesan kuat lahir dari ajang ini: mencintai Indonesia berarti berani membangun karakter bangsa dengan langkah tegap dan kepala tegak.












