Jurnal1jambi.com,— Ambon – Jalan menuju predikat Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) bukan sekadar seremonial. Kepala Rutan Kelas IIA Ambon, Ferdika Canra, memilih jalur fundamental: memperkuat tugas dan fungsi petugas pengamanan. Pertemuan yang digelar Senin (1/9/2025) itu menjadi momentum penting, bukan hanya untuk menata strategi menjelang verifikasi lapangan Tim Penilai Nasional (TPN), tetapi juga untuk menegaskan budaya kerja yang berakar pada integritas.
Dalam arahannya, Ferdika menekankan bahwa kunci pembangunan zona integritas adalah manusia itu sendiri. SDM adalah fondasi. “Petugas pengamanan adalah ujung tombak. WBK bukan soal kertas kerja, tapi soal sikap, integritas, dan konsistensi,” tegasnya. Pesan itu jelas: reformasi birokrasi hanya akan berharga jika dijalankan oleh orang-orang yang paham betul tanggung jawabnya.
Tidak berhenti pada motivasi, Ferdika juga menegaskan urgensi disiplin operasional. Dari kepatuhan pada SOP, komitmen terhadap pelayanan yang bersih, hingga sikap tegas menolak praktik menyimpang. Semua detail kecil dalam rutinitas pengamanan, katanya, adalah mozaik yang menentukan besar kecilnya peluang Rutan Ambon meraih predikat WBK.

Senada dengan itu, Kepala Kesatuan Pengamanan Rutan Ambon, Marvieck, menekankan pentingnya kekompakan dan kesiapsiagaan. Ia mengingatkan bahwa verifikasi lapangan bukan hanya tentang gedung rapi dan dokumen lengkap, melainkan juga soal sikap kerja, integritas yang kasat mata, serta semangat kolektif yang hidup di tubuh organisasi. “Kita tidak boleh lengah. Semua harus solid,” tegasnya.
Marvieck juga menyoroti aspek teknis: komunikasi yang efektif, pelaporan yang akurat, hingga pengawasan ketat di titik-titik rawan gangguan keamanan. Baginya, pengamanan bukan sekadar fungsi, tapi etalase integritas. Disiplin harus nyata, teladan harus terlihat. Dengan begitu, keamanan bukan hanya terjaga, tapi juga menjadi simbol kepercayaan publik.
Pertemuan itu ditutup dengan komitmen bersama. Suasana hangat bercampur semangat menjadi tanda kesiapan. Di bawah kepemimpinan Ferdika Canra dan sinergi pengamanan yang dikomandoi Marvieck, Rutan Kelas IIA Ambon tampak ingin menegaskan diri: mereka bukan sekadar ingin lolos verifikasi, tetapi benar-benar membangun pemasyarakatan yang profesional, akuntabel, dan layak menyandang predikat Wilayah Bebas dari Korupsi.












