Jurnal1jambi.com,- Pangdam II/Sriwijaya Mayjen TNI Ujang Darwis, M.D.A., memberikan arahan tegas kepada seluruh Komandan Satuan (Dansat) dan Kepala Badan Pelaksana (Kabalak) di jajarannya, Senin (25/8/2025), dalam sesi tatap muka dan video conference terpusat di Command Center Korem 045/Garuda Jaya. Dalam momen pengarahan ini, Pangdam menekankan tiga poin utama: pentingnya keharmonisan, kedisiplinan, dan etika penggunaan media sosial di lingkungan militer.

Mayjen Ujang secara terbuka meminta para Dansat untuk membina satuannya secara harmonis, namun tetap mengedepankan ketegasan. Ia menyebut bahwa pendekatan lunak tanpa kontrol justru berpotensi menciptakan kelonggaran disiplin. “Jaga keharmonisan, tapi tegas dalam pembinaan,” katanya, merujuk pada pentingnya peran kepemimpinan dalam menjaga soliditas internal TNI.

Arahan itu menjadi lebih serius ketika Pangdam menyinggung soal pelanggaran. Ia memberi peringatan keras agar tidak ada toleransi terhadap tindakan ilegal, mulai dari tambang ilegal hingga pembalakan liar. Siapa pun yang terlibat, tegasnya, akan dibina, ditindak, hingga dijatuhi hukuman. “Kalau tidak mau diingatkan dan dibina, ditindak, dihukum,” ujarnya tanpa tedeng aling-aling.

Tatap muka dan vicon menyatu, instruksi Pangdam menyasar seluruh jajaran

Pangdam juga menaruh perhatian besar pada kedisiplinan, terutama di kalangan prajurit Batalyon. Ia meminta seluruh anggota untuk terus memelihara kemampuan dasar militer, mulai dari etika, sikap, hingga kekuatan fisik. Menurutnya, profesionalitas militer tidak hanya diukur dari senjata atau perintah, tetapi dari perilaku dan konsistensi menjaga nilai-nilai keprajuritan.

Dalam konteks era digital, Pangdam menyisipkan peringatan penting terkait penggunaan media sosial. Ia tidak melarang, tetapi menggarisbawahi pentingnya kebijaksanaan, baik oleh prajurit maupun keluarga mereka. “Gunakan secara bijak dan benar. Tidak ada yang aneh-aneh lagi di medsos,” tegasnya, merespons tren negatif yang kerap muncul dari unggahan tidak bertanggung jawab.

Arahan ini mencerminkan wajah TNI yang sedang bergerak ke arah yang lebih profesional dan transparan. Dalam gaya kepemimpinan yang lugas, Pangdam Ujang Darwis menyampaikan pesan jelas: tentara bukan hanya pelindung teritorial, tetapi juga representasi moral bangsa. Dan di tengah gempuran informasi digital, integritas prajurit tidak boleh goyah.

share this :