Jurnal1jambi.com,- Jambi, 12/8/2025 – Ribuan mahasiswa baru Universitas Jambi (UNJA) memenuhi Gedung Balairung dalam kegiatan Pengenalan Kehidupan Kampus Mahasiswa Baru (PKKMB) 2025. Acara yang mengusung tema “Bersatu dalam Keberagaman, Berkarya untuk Bangsa: Kolaborasi Mewujudkan Generasi Unggul Universitas Jambi” ini menghadirkan Kasrem 042/Gapu, Kolonel Inf Slamet Riadi, S.I.P., sebagai narasumber utama, membangkitkan semangat kebangsaan di awal perjalanan akademik mereka.
Dalam pemaparannya, Kolonel Inf Slamet Riadi menegaskan bahwa mahasiswa adalah garda terdepan dalam menjaga persatuan dan kedaulatan bangsa. “Pemuda yang cerdas tidak hanya menguasai ilmu pengetahuan, tetapi juga memiliki karakter dan semangat juang yang tangguh, meningkatkan wawasan kebangsaan serta cinta tanah air untuk membangun negeri,” ujarnya. Pesan ini menjadi landasan bahwa kecerdasan harus berjalan beriringan dengan integritas dan patriotisme.
Ia juga mengajak mahasiswa baru untuk menjadikan keberagaman sebagai kekuatan yang menyatukan, bukan memecah belah. “Kebinekaan adalah identitas bangsa. Tugas kita adalah merawatnya demi Indonesia yang maju dan berdaulat,” tegasnya. Pernyataan ini disambut tepuk tangan meriah, mencerminkan penerimaan nilai toleransi dan persatuan di kalangan generasi muda.

Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni UNJA, Dr. Fauzi Syam, S.H., M.H., menyampaikan apresiasi tinggi atas kehadiran Kasrem 042/Gapu. Menurutnya, pembekalan wawasan kebangsaan dari TNI sangat relevan untuk membentuk mahasiswa yang berkarakter, disiplin, dan memiliki rasa cinta tanah air yang mendalam, sehingga siap menghadapi tantangan zaman.
Suasana hangat terasa di akhir sesi ketika mahasiswa menunjukkan antusiasme melalui sambutan dan komitmen mereka untuk menerapkan nilai-nilai bela negara dalam kehidupan kampus. Momen ini menjadi bukti bahwa motivasi yang tepat dapat membangkitkan kesadaran kolektif untuk menjaga keutuhan bangsa di tengah perbedaan.
PKKMB 2025 di Universitas Jambi pun menjadi lebih dari sekadar acara orientasi. Ia menjadi momentum strategis untuk memperkuat fondasi karakter mahasiswa baru mempersiapkan mereka tidak hanya sebagai insan akademis yang unggul, tetapi juga sebagai pelopor persatuan, kemajuan, dan kedaulatan Indonesia.












