Jurnal1jambi.com,- Bandara Sultan Thaha, Jambi, Senin (11/8/2025), menjadi pintu gerbang pertemuan strategis antara unsur TNI dan legislatif pusat. Kepala Staf Korem 042/Gapu, Kolonel Inf Slamet Riyadi, S.I.P., menyambut langsung kedatangan Tim Reses Komisi I DPR RI yang dipimpin Wakil Ketua Komisi I, dr. Dave Akbarsyah Fikarno Laksono, M.E., selaku Ketua Tim. Agenda utama kunjungan ini adalah meninjau peran TNI dalam menjaga stabilitas pertahanan dan keamanan di Jambi sebagai pondasi pembangunan nasional.
Penyambutan tersebut turut dihadiri Sekda Provinsi Jambi, Kepala Kejaksaan Tinggi Jambi, Kepala Badan Intelijen Daerah (Kabinda) Jambi, serta sejumlah pejabat Pemprov. Suasana hangat tercipta dalam ramah tamah singkat di ruang VIP bandara sebelum rombongan melanjutkan perjalanan menuju lokasi kunjungan kerja. Kehadiran para pemangku kepentingan daerah ini mempertegas bahwa keamanan adalah urusan bersama, bukan monopoli satu institusi.
Kasrem 042/Gapu menegaskan kesiapan jajarannya untuk memberikan dukungan penuh terhadap agenda reses ini. “Kami menyambut baik kedatangan Tim Reses Komisi I DPR RI. Semoga kunjungan ini memberi masukan positif bagi penguatan pertahanan dan keamanan di wilayah Jambi,” ujarnya. Pernyataan ini tidak sekadar basa-basi seremonial, melainkan pesan bahwa TNI terbuka terhadap masukan konstruktif demi kepentingan strategis bangsa.

Bagi Komisi I DPR RI, kunjungan lapangan bukan hanya rutinitas konstitusional, melainkan instrumen untuk mengukur denyut realitas di lapangan. Melihat langsung kesiapan pertahanan daerah adalah cara memastikan bahwa setiap rupiah anggaran negara yang digelontorkan memberi dampak nyata. Sinergi antara TNI dan parlemen menjadi kunci agar kebijakan keamanan tidak lahir di ruang hampa, melainkan relevan dengan tantangan faktual di daerah.
Selama berada di Jambi, Tim Reses dijadwalkan menggelar serangkaian pertemuan strategis dan peninjauan ke sejumlah titik penting di wilayah Korem 042/Gapu. Dari pos penjagaan perbatasan hingga pusat komando, setiap kunjungan diharapkan menjadi bahan evaluasi bersama. Komitmen menjaga stabilitas keamanan daerah pada akhirnya bukan hanya demi Jambi, tetapi juga bagian dari strategi ketahanan nasional yang lebih luas.
Kunjungan ini memberi pesan simbolik sekaligus praktis: bahwa pertahanan dan pembangunan adalah dua sisi mata uang yang tak terpisahkan. Tanpa keamanan, pembangunan rapuh; tanpa pembangunan, keamanan kehilangan relevansi. Di Bumi Sepucuk Jambi Sembilan Lurah, pertemuan TNI dan Komisi I DPR RI hari ini menjadi pengingat bahwa kolaborasi lintas institusi adalah fondasi dari Indonesia yang kuat, aman, dan berdaya saing.











