Jurnal1jambi.com,- Bupati Sarolangun H. Hurmin, Sabtu (9/8/2025), menapaki Kecamatan Batang Asai dengan agenda yang tak sekadar seremonial: meninjau langsung Karya Bhakti bersama Kodim 0420/Sarko di Desa Batu Empang. Kedatangannya disambut hangat oleh tarian adat dan arak-arakan meriah, seolah menjadi perayaan bagi sebuah mimpi lama yang akhirnya terwujud akses jalan yang layak setelah puluhan tahun dinanti.

Sejumlah tokoh hadir, memperkuat kesan bahwa proyek ini menjadi perhatian serius. Wakil Ketua II DPRD Dedi Ifriansyah, anggota DPRD Tabroni dan Bambang Gunawan, Kapolsek Batang Asai, Kepala KPHP Baim Arbain, Plt Camat, hingga para kepala desa turut mendampingi. Hurmin menegaskan bahwa dua dusun di marga Bathin Pengambang Tangkui dan Sekeladi—memang pantas mendapat prioritas pembangunan infrastruktur, meski daerah tengah dihadapkan pada efisiensi anggaran ketat.

Dengan dana hanya Rp1,5 miliar, langkah kreatif menjadi keharusan. Hurmin menyampaikan, jika dikerjakan kontraktor dengan pola konvensional, dana itu jelas tak cukup. Karena itu, gotong royong bersama TNI menjadi pilihan strategis. “Kami bersama Pak Dandim hadir di sini. Kalau dikerjakan kontraktor tidak mungkin cukup. Terima kasih kepada Pak Dandim yang mau bergotong royong,” ujarnya. Jalan yang dulu menjadi penghalang roda ekonomi, kini sudah bisa dilalui hingga kendaraan roda empat.

Dandim 0420/Sarko Letkol Inf Suyono, S.Sos, perwira lulusan Akmil 2004, menekankan bahwa proyek ini tak lahir dari proses mudah. Namun, komitmen TNI-AD untuk berjalan seiring dengan pemerintah daerah menjadi kunci keberhasilan. Ia berharap jalan yang diperbaiki ini benar-benar menopang mobilitas masyarakat dalam menjual hasil pertanian. “Alhamdulillah, pada saat efisiensi anggaran, pengerjaan jalan ini bisa terlaksana berkat bantuan Pak Bupati, DPRD, dan PUPR,” ungkapnya.

Apresiasi mengalir dari berbagai pihak. Ketua DPRD Sarolangun Ahmad Jani mengajak masyarakat dua dusun untuk terus memberi dukungan dan doa kepada pemerintah. Tokoh masyarakat Desa Batu Empang, Mustopa, menyebut ini adalah kali pertama pemerintah dan TNI menyentuh langsung kebutuhan vital warga. Kepala Desa Batu Empang, Saryadi, bahkan mengaku terharu karena proses pembangunan melibatkan warga setempat, memberi mereka lapangan pekerjaan sekaligus jalan yang layak.

Agenda diakhiri dengan gestur penuh makna: Kelompok Petani Kopi Robusta menyerahkan biji kopi pilihan kepada Bupati dan rombongan sebagai tanda terima kasih. Sebuah simbol bahwa pembangunan infrastruktur tak hanya memperbaiki jalan, tetapi juga membuka akses bagi komoditas unggulan desa. Di Batang Asai, mimpi panjang tentang jalan yang baik kini berubah menjadi kenyataan yang bisa dilalui, dijaga, dan dibanggakan.

share this :