Jurnal1jambi.com,— JAMBI – Senin pagi, Lapangan Hitam Mapolda Jambi tampak berbeda. Ribuan personel mengikuti apel yang dipimpin langsung Kapolda Jambi, Irjen Pol Krisno H. Siregar. Di tengah apel, Kapolda menyelipkan pesan penting: komitmen memberantas narkoba tak pernah berhenti.

Dalam momen tersebut, Kapolda memberikan penghargaan kepada empat tokoh yang dinilai berperan besar dalam suksesnya Program Kampung Anti Narkoba di Kelurahan Rawasari, Kecamatan Alam Barajo, Kota Jambi. Mereka adalah Aiptu Markos Parhusip (Bhabinkamtibmas Rawasari), Peltu Azhar Madian (Babinsa Rawasari), Rapulis, S.E (Lurah Rawasari), dan Wiwin A.S., S.H (Ketua RT Rawasari).

“Setelah melalui proses seleksi oleh Mabes Polri dalam rangkaian HUT Bhayangkara, Kelurahan Rawasari ditetapkan sebagai yang terbaik untuk kampung bebas narkoba,” tegas Kapolda. Pernyataan ini disambut tepuk tangan personel dan undangan yang hadir.

Kapolda menegaskan, keberhasilan ini bukan semata peran polisi. “Kita harus kolaborasi. Polri, TNI, pemerintah daerah, dan masyarakat harus jalan bersama. Hanya dengan cara itu, peredaran narkoba bisa ditekan,” ujarnya. Ia juga mengapresiasi keterlibatan akademisi dari berbagai universitas yang menjadikan Rawasari sebagai objek riset sosial.

“Banyak mahasiswa datang meneliti, bagaimana menciptakan lingkungan tanpa transaksi narkoba. Ini bukti, masyarakat dan dunia pendidikan juga ambil peran,” tambahnya. Menurut Kapolda, kolaborasi ini adalah bukti nyata bahwa perang melawan narkoba tak hanya tanggung jawab aparat, tetapi juga seluruh elemen bangsa.

Di akhir arahannya, Jenderal Bintang Dua itu memberi pesan tegas kepada jajarannya. “Saya yakin personel Polda Jambi adalah anggota yang baik. Tapi kalau ada oknum terlibat, kita tindak. Ini bentuk keprihatinan sekaligus dorongan untuk berbenah,” tutup Kapolda, menegaskan komitmen pemberantasan narkoba hingga ke akar-akarnya.

share this :