Jaurnal1Jambi.com,- Sarolangun, 1/8/2025 – Ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) bukan sekadar isu musiman, tapi bencana yang bisa melumpuhkan kehidupan kita. Menyadari itu, Babinsa Koramil 01/Batang Asai, Kodim 0420/Sarko, terus mengintensifkan patroli pencegahan di wilayah rawan. Salah satu fokusnya adalah Desa Raden Anom, Kecamatan Batang Asai, Kabupaten Sarolangun.

Langkah ini tak dilakukan sendirian. Babinsa menggandeng Bhabinkamtibmas dan masyarakat setempat untuk turun langsung menyusuri hutan dan lahan. Mereka memastikan tidak ada aktivitas pembakaran yang berpotensi memicu karhutla. Kolaborasi ini adalah bukti bahwa pencegahan bencana harus dimulai dari kebersamaan.

“Kami mengajak masyarakat untuk tidak membuka lahan dengan cara dibakar, karena dampaknya sangat merugikan semua pihak, baik dari sisi lingkungan maupun kesehatan,” tegas Kopka Suyanto di sela kegiatan patroli. Ia menekankan, membuka lahan dengan api bukanlah pilihan, melainkan ancaman.

Patroli ini bukan sekadar formalitas. Babinsa memastikan kegiatan ini dilakukan secara rutin dengan melibatkan berbagai pihak. Mengapa? Karena mereka sadar, kunci keberhasilan terletak pada partisipasi masyarakat. “Kita tidak bisa bekerja sendiri. Keterlibatan warga sangat menentukan keberhasilan pencegahan ini,” sambung Suyanto.

Selain patroli, komunikasi langsung dengan warga juga jadi jurus utama. Menurut Kopka Suyanto, himbauan tatap muka lebih efektif untuk membangun kesadaran. “Kalau masyarakat sudah paham bahayanya dan merasa ikut memiliki wilayah ini, maka potensi terjadinya kebakaran bisa ditekan,” ujarnya. Edukasi ini diharapkan menumbuhkan rasa tanggung jawab bersama.

Upaya ini bukan hanya soal menjaga hutan agar tetap hijau, tapi juga menjaga kehidupan. Karhutla membawa dampak luas: udara tercemar, kesehatan terganggu, ekonomi lesu. Karena itu, pencegahan bukan pilihan, melainkan keharusan. “Kami tidak hanya keliling, tetapi juga berdialog dengan warga, menyampaikan risiko dan solusi bersama,” tutup Suyanto.

share this :