Jurnal1Jambi.com,- Merangin, 24/7/2025 – Di tengah dinamika kehidupan desa, kehadiran aparat bukan hanya soal pengamanan, tetapi juga penguatan rasa percaya. Babinsa Koramil 420-08/Tabir, Sertu Wewet S, bersama Bhabinkamtibmas melaksanakan Komunikasi Sosial (Komsos) dengan warga Desa Suko Rejo, Kecamatan Margo Tabir. Sebuah agenda yang sederhana, namun membawa pesan strategis: menjaga stabilitas melalui kedekatan.

Dalam forum tersebut, aparat dan masyarakat duduk setara, membicarakan isu yang paling dekat dengan kehidupan sehari-hari: keamanan, ketertiban, dan harmoni sosial. Tidak ada diksi rumit, yang ada adalah komitmen bersama. Sebab, menjaga desa bukanlah tugas sepihak, melainkan kolaborasi kolektif. Komsos menjadi pengingat bahwa keamanan bukan hanya urusan seragam, tetapi tanggung jawab bersama.

“Melalui komsos ini, kami ingin membangun kedekatan dengan masyarakat sekaligus memperkuat sinergi antara TNI, Polri, dan warga dalam menjaga keamanan wilayah,” ungkap Sertu Wewet S. Pernyataan yang sederhana, namun esensial: kedekatan bukanlah basa-basi, melainkan fondasi stabilitas. Sebab tanpa kepercayaan, pengamanan hanyalah formalitas tanpa makna.

Tidak hanya Babinsa, Bhabinkamtibmas yang turut hadir menekankan urgensi partisipasi warga. Laporan dini terhadap setiap gejala gangguan keamanan menjadi langkah preventif yang lebih murah daripada penindakan. Di sinilah pentingnya komunikasi dua arah. Aparat mendengar, warga bersuara. Sebab demokrasi sejati lahir dari ruang-ruang kecil seperti ini: diskusi tanpa jarak.

Respons warga Desa Suko Rejo mencerminkan harapan yang sama: rasa aman yang tidak memaksa, melainkan mengalir dari rasa saling percaya. Mereka menyambut baik langkah humanis ini, karena pendekatan berbasis dialog lebih efektif daripada instruksi sepihak. Dalam konteks sosial yang terus berubah, pola komunikasi seperti ini bukan lagi sekadar tambahan, tetapi kebutuhan.

Kegiatan ini mendapat apresiasi dari Danramil 420-08/Tabir. Ia menegaskan bahwa Komsos bukan ritual birokratis, melainkan strategi membangun kemanunggalan TNI–Polri dan rakyat. Sebuah sinyal bahwa negara, dalam wujud aparatnya, tidak hanya hadir ketika ada masalah, tetapi juga ketika solusi perlu dirajut bersama. Karena pada akhirnya, keamanan tidak lahir dari ketakutan, melainkan dari kepercayaan yang dipelihara bersama.

share this :