Jurnal1Jambi.com,- Singkut, Sarolangun (24/07/2025) – Di balik hiruk pikuk desa yang terus beradaptasi dengan perubahan zaman, ada satu prinsip yang tak lekang waktu: kebersamaan. Inilah yang tampak ketika Babinsa Koramil 02/Ma.Limun Kodim 0420/Sarko melaksanakan Komunikasi Sosial (Komsos) bersama perangkat desa dan masyarakat di Desa Perdamaian, Kecamatan Singkut, Kabupaten Sarolangun. Sebuah langkah sederhana, namun bermakna strategis: menjaga denyut sinergi antara TNI dan rakyat.

Komsos bukan sekadar formalitas rutin. Ia adalah ruang temu gagasan, tempat aspirasi warga mengalir tanpa sekat. Melalui dialog langsung, pesan Babinsa tak berhenti di meja rapat, melainkan diteruskan ke rumah-rumah warga. Sebaliknya, suara desa pun menemukan jalannya untuk sampai kepada pihak yang berwenang. Transparansi informasi menjadi jembatan penghubung antara kekuatan negara dan kekuatan masyarakat.

Lebih dari sekadar kewajiban, Komsos adalah bentuk tanggung jawab moral. Babinsa hadir bukan hanya untuk memantau kondisi wilayah binaan, tetapi juga untuk merasakan denyut persoalan yang dialami rakyat. Dari isu keamanan hingga kesejahteraan, setiap detail menjadi penting, karena persoalan kecil hari ini bisa menjadi tantangan besar esok hari. Di sinilah nilai reflektifnya: pembangunan tak boleh berjalan sendiri, ia harus bertaut dengan rasa kebersamaan.

Dalam kesempatan itu, Babinsa mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk aktif bertukar informasi. Bukan untuk mencari salah, tetapi untuk memastikan setiap potensi konflik segera dicegah. “Jika ada persoalan Kamtibmas, jangan tunggu membesar. Sampaikan segera,” tegasnya. Sikap proaktif ini bukan hanya bentuk kewaspadaan, melainkan wujud keberanian untuk menjaga harmoni bersama.

Menariknya, Komsos tidak selalu berlangsung di ruang formal. Ada kehangatan dalam percakapan ringan saat sarapan pagi, ada kejujuran yang lahir ketika bersua di kantor desa. Di sela rutinitas, komunikasi yang membumi ini justru sering melahirkan solusi. Sebab, dialog terbaik bukan yang penuh seremonial, melainkan yang lahir dari keseharian, ketika ego ditanggalkan dan kepentingan bersama menjadi prioritas.

Inilah pesan yang patut digarisbawahi: keamanan dan ketertiban bukan tugas aparat semata, tetapi ikhtiar kolektif. Komsos hanyalah sarana; substansinya adalah membangun rasa percaya. Sebab tanpa kepercayaan, regulasi hanyalah teks di atas kertas. Saat Babinsa dan masyarakat memilih bersinergi, mereka sedang menulis ulang narasi desa: dari sekadar wilayah binaan, menjadi ruang kolaborasi yang hidup. Sebuah pelajaran sederhana, namun relevan bagi setiap pemimpin: kekuatan terbesar lahir dari keberanian mendengar dan kesediaan bekerjasama.

share this :