Jurnal1Jambi.com,- Ada hal yang harus kita garis bawahi: beras bukan hanya soal pangan, tetapi soal kepercayaan publik terhadap rantai distribusi. Di Muaro Jambi, kepercayaan itu sedang diuji. Tim Satgas Pangan Kabupaten Muaro Jambi menemukan indikasi beras oplosan dalam sidak yang dilakukan pada Rabu pagi (23/7).

Sidak ini bukan sekadar formalitas. Tim gabungan yang terdiri dari Satreskrim Polres Muaro Jambi, Dinas Ketahanan Pangan, Diskoperindag, dan perwakilan Kecamatan Sekernan memeriksa sejumlah titik strategis. Dari Pasar Tradisional Sengeti hingga ritel modern seperti Alfamart, hasilnya sama: ada merek beras yang terindikasi dicampur dan bahkan ada yang ditemukan berkutu.

Masalahnya bukan hanya di aspek kualitas, tetapi juga regulasi. Jika beras oplosan beredar, artinya ada celah dalam pengawasan distribusi pangan. Apakah ini karena lemahnya sanksi, kurangnya kontrol, atau justru praktik yang sudah lama dibiarkan? Pertanyaan ini penting dijawab, karena persoalan pangan selalu terkait langsung dengan hak konsumen.

Kasatreskrim Polres Muaro Jambi, AKP Hanafi, menegaskan beras yang dicurigai belum boleh diedarkan sampai hasil laboratorium keluar. Pernyataan ini terdengar tegas, tapi faktanya, selama proses menunggu, kita berbicara tentang risiko: stok beras yang tidak jelas kualitasnya tetap berada di tangan pedagang.

Sementara itu, Satgas baru bergerak di Kecamatan Sekernan. Mereka berencana melanjutkan sidak ke wilayah lain. Tapi sekali lagi, kita bicara soal eksekusi. Berapa lama waktu yang dibutuhkan? Berapa banyak beras yang sudah terjual sebelum tim datang? Kita tidak bisa menunggu jawaban yang terlalu lama, karena masalah ini bukan hanya soal hukum, tetapi soal kesehatan masyarakat.

Kita patut mengapresiasi langkah Satgas, tapi tidak cukup berhenti di sidak. Ada hal mendasar yang harus disorot: tata kelola pangan yang transparan dan sistem pengawasan yang efektif. Jika ini tidak diperbaiki, setiap sidak hanyalah pemadam kebakaran, bukan solusi. Dan publik berhak tahu bahwa pangan yang mereka konsumsi aman, bersih, dan tidak “dioplos”.

share this :