Jurnal1Jambi.com,- Tabir, 22/7/2025 — Di tengah tuntutan zaman yang menuntut kehadiran negara lebih dekat ke rakyat, langkah sederhana namun bermakna ditunjukkan Babinsa Koramil 420-08/Tabir, Peltu Marsudi. Ia melaksanakan kegiatan komunikasi sosial (komsos) bersama warga Kelurahan Pasar Baru, Kecamatan Tabir, Kabupaten Merangin. Kegiatan ini bukan sekadar agenda rutin, melainkan bentuk nyata membangun jembatan antara aparat dan masyarakat.
Dalam pertemuan itu, Peltu Marsudi menegaskan pentingnya komunikasi sosial sebagai instrumen penguat relasi emosional dan fungsional antara Babinsa dan warga binaannya. “Tak kenal maka tak sayang,” ujarnya, mengutip pepatah lama yang masih relevan. Ia menyadari, kehadiran aparat di tengah masyarakat tak bisa hanya berbekal seragam, tetapi harus disertai pendekatan yang berakar pada empati dan keterbukaan.
Komsos, dalam perspektif Marsudi, bukan sekadar berbicara. Ia adalah mendengar, menerima masukan, serta membuka ruang percakapan yang setara. Hubungan yang baik bukan dibangun di atas formalitas, tapi melalui rasa saling menghargai. Di tengah masyarakat yang semakin kritis, aparat yang peka dan komunikatif justru menjadi jembatan kepercayaan yang langka namun sangat dibutuhkan.

Marsudi juga menekankan bahwa arahan pimpinan, khususnya dari Komandan Koramil, menempatkan komunikasi sosial sebagai salah satu tugas strategis Babinsa. Karena dari percakapan kecil yang tulus, lahir informasi besar yang bermakna. Dengan relasi yang sehat, deteksi dini terhadap potensi konflik sosial atau gangguan keamanan bisa dilakukan lebih cepat dan lebih akurat.
Respon warga pun menunjukkan sinyal positif. Warga menyambut hangat kegiatan komsos ini sebagai bentuk perhatian nyata dari Babinsa. Ketika aparat hadir bukan sekadar mengawasi, melainkan menemani dan memahami, maka kepercayaan bukan hanya tumbuh, tapi juga berbuah dalam bentuk kolaborasi menjaga lingkungan sosial yang aman dan harmonis.
Danramil 420-08/Tabir turut mengapresiasi langkah ini, menyebut komsos sebagai sarana penting untuk mempererat silaturahmi dan memperdalam keterikatan antara TNI dan rakyat. Di tengah guncangan sosial yang tak jarang lahir dari kesenjangan komunikasi, kegiatan seperti ini membuktikan bahwa membangun bangsa bisa dimulai dari sesuatu yang sangat sederhana duduk bersama dan saling mendengar.











