Jurnal1Jambi.com,- Merangin, 17/7/2025 — Di Desa Sekapuk, Kecamatan Tabir Ulu, percakapan yang sederhana bisa jadi pondasi bagi perubahan yang besar. Itulah semangat yang diusung dalam kegiatan komunikasi sosial (komsos) yang digelar oleh Babinsa Koramil 420-08/Tabir, Serma Suprayetno, bersama Bhabinkamtibmas dan perangkat desa, dalam upaya memperkuat ikatan antara aparat keamanan dan masyarakat.

Kegiatan ini bukan sekadar silaturahmi, melainkan forum strategis yang menempatkan warga sebagai mitra, bukan objek. Di tengah tantangan sosial yang kian kompleks, keamanan tidak cukup dijaga dengan pagar dan patroli tetapi perlu ditopang dengan komunikasi yang jujur, terbuka, dan berkesinambungan.

“Sinergi itu bukan slogan, tapi proses yang harus terus dirawat. Dan proses itu dimulai dari mendengar,” ungkap Serma Suprayetno. Ia menegaskan bahwa keamanan wilayah bukan semata hasil kerja aparat, melainkan buah dari partisipasi warga yang merasa dilibatkan, didengar, dan dihargai.

Dalam forum yang berlangsung hangat itu, berbagai isu lokal dibahas: mulai dari potensi konflik sosial, pentingnya kerukunan antarwarga, hingga langkah konkret menjaga kamtibmas. Kritik dibuka, solusi dicari bersama. Di sinilah kehadiran negara menemukan bentuknya yang paling manusiawi bukan lewat simbol, tapi lewat dialog.

Bhabinkamtibmas yang hadir pun menambahkan bahwa deteksi dini dimulai dari kepekaan sosial warga. Ketika masyarakat terbiasa saling mengingatkan dan aparat terbiasa mendengarkan, maka ancaman keamanan bisa dicegah tanpa menunggu gejolak. Di sinilah pendekatan preventif menjadi jauh lebih kuat daripada responsif.

Kegiatan komsos seperti ini menjadi bagian penting dari ketahanan sosial yang partisipatif. Danramil 420-08/Tabir menyampaikan bahwa kehadiran TNI dan Polri bukan sekadar pengamanan struktural, tapi juga penguatan kultural: membangun rasa memiliki terhadap kampung, terhadap kedamaian, terhadap masa depan.

Karena pada akhirnya, desa yang kuat bukan hanya soal angka kriminalitas yang rendah, tapi soal warga yang saling menjaga tanpa disuruh. Dan kepercayaan adalah fondasinya. Di Sekapuk, pondasi itu sedang diperkuat satu percakapan, satu pertemuan, satu kemauan untuk berjalan bersama.

share this :