Jurnal1Jambi.com,- Semarang – Di tengah kebutuhan akan praktisi hukum yang tak hanya cakap teori tapi juga tangguh dalam praktik, Organisasi Advokat & Paralegal FERADI WPI resmi menggandeng Universitas Karya Husada (UNKAHA) Semarang membuka Program Studi S1 Ilmu Hukum. Kerja sama ini ditandai dengan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU), membuka akses pendidikan hukum melalui jalur reguler bagi lulusan SMA/sederajat, maupun alih jenjang untuk lulusan D3/S1 non-hukum.
Program ini hadir sebagai solusi alternatif yang menjawab tantangan zaman: pendidikan hukum yang inklusif, terintegrasi dengan dunia praktik, dan dirancang dengan sistem hybrid—kombinasi antara kuliah daring dan tatap muka. Dengan biaya kuliah yang terjangkau, fleksibilitas waktu, serta fasilitas pembayaran cicilan, program ini membuka peluang luas bagi mereka yang ingin menjadi sarjana hukum profesional tanpa harus mengorbankan pekerjaan atau aktivitas lainnya.
Ketua Umum FERADI WPI, Advokat Donny Andretti, menegaskan pentingnya pendidikan hukum yang tidak hanya mencetak lulusan berijazah, namun juga membentuk karakter pejuang keadilan. “Hukum bukan sekadar ilmu di atas kertas. Ia adalah alat perjuangan sosial. Siapa pun yang ingin memperjuangkan keadilan, harus diberi ruang untuk belajar dan tumbuh. Program ini adalah jembatan antara idealisme dan aksi nyata,” tegasnya.

Sementara itu, Ketua DPD FERADI WPI Jawa Tengah, Advokat M. Ismail Zulkarnain, menjelaskan bahwa program ini bukan sekadar tempat kuliah, tetapi wadah pembentukan komunitas hukum nasional. Mahasiswa tidak hanya akan belajar teori, tetapi juga bisa langsung aktif sebagai paralegal, mengikuti Pendidikan Khusus Profesi Advokat (PKPA) dan Ujian Profesi Advokat (UPA), hingga siap disumpah sebagai advokat setelah lulus.
Program S1 Ilmu Hukum ini juga dirancang untuk diselesaikan dalam waktu lebih singkat, yakni 2,5 hingga 3,5 tahun, dengan kelas eksklusif khusus anggota FERADI WPI. Bagi peserta yang mengikuti jalur profesi, disiapkan skema integratif: memperoleh ijazah S.H., sertifikat PKPA, serta sertifikat kelulusan UPA—semua dalam satu paket pendidikan, menjadikannya jalur cepat dan terarah menuju profesi advokat.
Pendaftaran dibuka sejak Mei hingga Agustus 2025 dan perkuliahan akan dimulai pada September 2025. Masyarakat yang tertarik dapat mengisi formulir online melalui bit.ly/FERADI_UNKAHA dan menghubungi narahubung yang tersedia. FERADI WPI dan UNKAHA percaya, perubahan besar dimulai dari keberanian untuk belajar. Karena hukum bukan milik segelintir elit, melainkan hak setiap warga untuk memahaminya—dan memperjuangkannya.












