Jurnal1Jambi.com,- Jambi, 17/7/2025 — Di bawah langit pagi yang bersahaja dan kibaran Sang Saka Merah Putih, Komandan Korem 042/Gapu Brigjen TNI Heri Purwanto, S.E., M.Sc., memimpin langsung Upacara Bendera 17-an Bulan Juli 2025 di Lapangan Makorem 042/Gapu, Jambi. Upacara yang diikuti seluruh prajurit TNI dan PNS ini bukan sekadar ritual rutin, tetapi refleksi nilai kejuangan dan pengingat bahwa loyalitas pada bangsa harus terus diperbaharui bulan demi bulan, sumpah demi sumpah.

Dalam suasana yang khidmat, Brigjen Heri membacakan amanat dari Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak, M.Sc. Amanat itu menyuarakan dua sisi wajah TNI AD: sebagai pelindung bangsa dan sekaligus pelayan rakyat. Program unggulan seperti TNI AD Manunggal Air, Ketahanan Pangan, Renovasi Rumah Tidak Layak Huni, dan Ponton Pembersih Sampah disebut sebagai wujud nyata hadirnya negara di tengah rakyat, bukan slogan kosong yang ditinggalkan setelah seremoni.

Namun di balik capaian tersebut, Kasad juga mengirim sinyal peringatan keras. Ancaman yang kini merusak tidak lagi datang dalam bentuk serangan bersenjata, melainkan dari layar kecil di genggaman: judi online (judol) dan pinjaman online ilegal (pinjol). Dua racun digital yang tak kasatmata, namun daya hancurnya nyaris absolut. “Jangan pernah terlibat,” tegas Kasad. Bukan hanya karena melanggar hukum, tapi karena keduanya menggerogoti kehormatan institusi dan meruntuhkan karakter prajurit dari dalam.

Seruan moral itu tidak berhenti di lingkaran prajurit. Kasad juga mendorong seluruh anggota TNI AD untuk mengedukasi keluarga dan masyarakat sekitarnya. Sebuah pendekatan yang progresif karena memberantas kejahatan sosial bukan hanya urusan aparat, tapi soal kesadaran kolektif. Keteladanan bukan sekadar atribut pangkat, tapi keberanian menyuarakan nilai di tengah normalisasi penyimpangan.

Lebih lanjut, Kasad menekankan pentingnya kesiapsiagaan sebagai fondasi utama kekuatan TNI AD. Di tengah dunia yang serba tidak pasti, respons cepat, kekompakan satuan, dan semangat pengabdian adalah senjata utama menghadapi segala dinamika nasional. “Bekerjalah dengan ketulusan, karena dari situ lahir kehormatan,” tuturnya menutup amanat dengan nada yang tak hanya memerintah, tapi juga menggugah hati.

Upacara ini pun menjadi ruang kontemplatif, tempat para prajurit kembali meneguhkan jati diri sebagai penjaga bangsa bukan hanya dari ancaman fisik, tapi juga moral. Sebuah momentum untuk menyatukan derap langkah TNI AD agar senantiasa selaras dengan denyut nadi rakyat, menjaga integritas, dan tetap setia pada janji suci pengabdian tanpa pamrih. Karena di setiap 17-an, sejarah berbisik: bangsa ini berdiri bukan hanya karena senjata, tapi karena nilai.

share this :