Jurnal1Jambi.com,- Jambi, 15/7/2025 – Di tengah dinamika lalu lintas yang kian kompleks, kepatuhan bukan lagi soal takut ditilang, tapi soal kesadaran. Dalam pelaksanaan Operasi Patuh Siginjai 2025, Satuan Lalu Lintas Polresta Jambi kembali turun ke jalan, menggelar razia di kawasan strategis Jalan Kolonel Pol M. Taher, tepat di depan Swalayan Meranti, Kecamatan Jambi Timur.
Razia yang dipimpin langsung Kasat Lantas Polresta Jambi, AKP Hadi Siswanto, S.I.K., M.H., ini melibatkan kekuatan penuh dari satuan gabungan. Terlihat hadir sejumlah personel dari Regident, Propam, Sat Intelkam hingga Turjawali. Sebuah bukti bahwa penegakan hukum lalu lintas tak bisa dikerjakan sendiri—ia perlu sinergi dan keberanian turun ke lapangan.
Hasilnya, sebanyak 18 pelanggaran ditindak. Terdiri dari 8 surat kendaraan (STNK) yang diamankan, 3 pelanggaran surat izin mengemudi (SIM), dan 7 kendaraan roda dua yang terjaring. Operasi ini menyasar perilaku yang tak bisa lagi ditoleransi: pengendara di bawah umur, tak menggunakan helm, boncengan lebih dari dua, hingga berkendara sambil bermain ponsel.

“Ini bukan hanya penegakan aturan, tapi juga upaya menyelamatkan nyawa,” tegas AKP Hadi. Di jalan raya, satu kelalaian bisa berarti tragedi. Karena itu, setiap pengendara harus mengerti: patuh itu bukan pilihan, tapi keharusan.
Lebih dari sekadar menilang, razia ini adalah momentum pendidikan publik. Ia mengingatkan kita bahwa surat kendaraan bukan sekadar lembaran kertas, tapi bukti tanggung jawab. Helm bukan hiasan kepala, tapi perlindungan nyawa. Sabuk pengaman bukan aksesori, tapi penyelamat di detik genting.
Polresta Jambi mengimbau masyarakat untuk terus meningkatkan disiplin berlalu lintas. Bukan karena takut razia, tapi karena paham makna tertib. Karena jalanan adalah ruang bersama, dan keselamatan adalah hak yang harus dijaga—oleh semua, untuk semua.












