Jurnal1Jambi.com,- Ketahanan pangan tak akan tercapai hanya dengan pidato dan seremoni. Di Desa Baru, Kecamatan Sarolangun, Serda Medi Arahman Babinsa Koramil 0420-04/Sarolangun turun langsung mendampingi petani dalam merawat tanaman kacang tanah. Bukan sekadar rutinitas, tapi bukti bahwa ketahanan pangan lahir dari kerja nyata, bukan dari dokumen strategis di meja birokrat.

Pendampingan ini menjadi wujud konkret bahwa TNI tidak hanya bicara pertahanan negara dari musuh luar, tapi juga membentengi perut rakyat dari ancaman kelaparan. Mulai dari pengolahan lahan, penanaman, hingga panen, semua dilalui bersama petani. Inilah kolaborasi diam-diam yang berdampak besar, menjawab tantangan pangan dari akar rumput.

Bu Rina, petani sekaligus pemilik kebun, tak bisa menyembunyikan rasa syukurnya. “Pak Babinsa itu bukan cuma bantu kerja, tapi juga bangkitin semangat kami,” ujarnya. Di balik kalimat sederhana itu, ada makna besar: kehadiran negara yang benar-benar terasa, bukan dalam bentuk janji, tapi dalam bentuk tangan yang ikut kotor di ladang.

Kegiatan Hanpangan seperti ini menguatkan kemanunggalan TNI dan rakyat, bukan dalam slogan, tapi dalam realita. Ketika pasokan pangan terancam globalisasi dan krisis iklim, justru pendekatan lokal seperti inilah yang memberi harapan: ladang sebagai panggung pertahanan, petani sebagai pejuang kehidupan, dan Babinsa sebagai mitra strategis.

Inilah wajah lain dari tentara: bukan hanya gagah di lapangan upacara, tapi juga berkeringat di ladang rakyat. Dan ketika kacang tanah tumbuh subur di bawah bimbingan Babinsa, kita tahu, ketahanan pangan bukan sekadar rencana lima tahunan melainkan perjuangan harian yang harus dijaga, disiram, dan dipanen bersama.

share this :