Jurnal1Jambi.com,- Sarolangun, 25/06/2025 — Di tengah situasi sosial yang kerap mudah terpantik api kecil, satu hal menjadi jelas: keamanan tak bisa hanya dititipkan pada negara dari jauh. Babinsa Koramil 420-04/Sarolangun, Kodim 0420/Sarko, Peltu Mujiono, memilih langkah sederhana namun strategis — duduk bersama perangkat Desa Tanjung, Kecamatan Bhatin VIII, Kabupaten Sarolangun, dalam sebuah forum komunikasi sosial (Komsos).
Pertemuan ini bukan sekadar basa-basi seremonial. Ia menjadi ruang taktis untuk memperkuat jaringan informasi, mengasah kewaspadaan, dan menyamakan frekuensi antara aparat desa dan aparat teritorial. “Jaga wilayah itu kerja bareng. Aman bukan hasil dari patroli semalam, tapi dari kesadaran kolektif yang dibangun setiap hari,” ujar Peltu Mujiono.
Dalam arahannya, ia mengajak seluruh perangkat desa untuk tak hanya menjadi ‘penyambung lidah program’, tapi juga menjadi aktor sosial yang menanamkan nilai kewaspadaan pada warganya. “Ketika masyarakat waspada, kejahatan kehilangan panggung,” tegasnya.
Peltu Mujiono menyoroti pentingnya sinergitas lintas unsur: antara Babinsa, Bhabinkamtibmas, dan aparat desa. Bukan kerja yang bersifat sektoral, tapi kerja kolaboratif yang saling mengisi titik buta. “Koordinasi itu bukan rapat tanpa aksi, tapi kemampuan mendeteksi masalah sebelum tumbuh jadi ancaman,” imbuhnya.
Kegiatan Komsos ini tak hanya membangun kedekatan struktural, tapi juga kedekatan emosional antara TNI dan masyarakat. Dalam iklim sosial yang kerap dipenuhi distrust, kebersamaan di level akar rumput menjadi modal utama dalam merawat stabilitas.
Karena di tengah derasnya dinamika global dan nasional, ujung tombak pertahanan tetaplah di desa — bukan di ruang konferensi, tapi di pos ronda dan ruang musyawarah warga.












