Jurnal1Jambi.Com,- JAMBI , Pemilihan Ketua Umum KONI Provinsi Jambi periode 2025–2029 memasuki babak panas. Empat nama resmi mencalonkan diri Zuwanda, Hasan Mabruri, Guntur Muchtar, dan Mat Sanusi. Tapi publik bertanya apakah yang diperebutkan benar-benar soal masa depan olahraga, atau sekadar distribusi kekuasaan?
M. Rosyid, salah satu pemerhati olahraga Jambi, menyebut keempat calon memiliki peluang yang relatif seimbang. Menurutnya, masing-masing didukung oleh tim yang solid dan strategi yang terukur. Ada yang memilih tampil terbuka dan membangun opini publik, ada pula yang memilih bekerja diam-diam namun sistematis. Strategi berbeda, tujuannya sama: menang.
Namun, Rosyid tak sekadar memuji. Ia mengingatkan, kontestasi ini hanya akan bermakna jika dijalankan secara fair. “Tim Penjaringan dan Penyaringan harus netral dan profesional. Jangan sampai agenda seleksi justru dikendalikan oleh jaringan kepentingan. Jika itu terjadi, kepercayaan publik runtuh sebelum proses selesai,” tegasnya.
Ia menegaskan bahwa posisi Ketua KONI bukan sekadar simbol, tapi posisi strategis yang menentukan arah pembinaan dan prestasi olahraga daerah. “Yang dibutuhkan bukan pemilik pengaruh, tapi pemilik visi. Bukan pencari panggung, tapi pekerja lapangan,” ujarnya.
Rosyid juga menyoroti tantangan utama KONI ke depan: pembinaan atlet, keadilan antar cabor, dan peningkatan prestasi. Ia berharap Ketua terpilih nantinya mampu menyatukan semua cabang olahraga tanpa diskriminasi—dan bekerja bukan untuk gengsi, tapi untuk hasil.
“Kalau jabatan Ketua KONI hanya jadi trofi politik, maka yang kalah bukan hanya kandidat—tapi seluruh atlet yang sudah lama menunggu perubahan,” pungkasnya.












