Jurnal1Jambi.Com,- Kota Jambi, 2/6/2025 – Kepala Kepolisian Resort Kota (Kapolresta) Jambi, Kombes Pol Boy Sutan Binanga Siregar, memimpin kegiatan deklarasi anti konvoi dan coret-coret kelulusan yang digelar di SMP Negeri 7 Kota Jambi. Acara ini bertujuan untuk mengantisipasi potensi kenakalan remaja yang kerap terjadi menjelang kelulusan, seperti konvoi kendaraan dan aksi coret-coret pakaian, yang sering kali berisiko menimbulkan kecelakaan, tawuran antar pelajar, serta gangguan ketertiban.
Kapolresta Jambi mengingatkan kepada para siswa untuk tidak melakukan konvoi kendaraan saat merayakan kelulusan. Ia menekankan bahwa kegiatan tersebut dapat berbahaya, tidak hanya bagi pelajar itu sendiri, tetapi juga bagi pengguna jalan lainnya. “Konvoi kendaraan berisiko menimbulkan kecelakaan lalu lintas dan memicu konflik antar pelajar. Kami menghimbau agar merayakan kelulusan dengan cara yang lebih aman dan bermartabat,” ujar Kombes Pol Boy Sutan Binanga Siregar.
Selain itu, Kapolresta juga memberikan perhatian khusus pada bahaya kenakalan remaja yang seringkali melibatkan pergaulan bebas, bergabung dengan geng motor, serta penyalahgunaan narkoba. Ia mengingatkan bahwa pelajar memiliki peran penting sebagai generasi penerus bangsa dan seharusnya menghindari perilaku negatif yang dapat merusak masa depan mereka. Kapolresta juga menyoroti dampak buruk dari aksi tawuran antar pelajar, yang tidak hanya mencoreng citra sekolah, tetapi juga berpotensi menyebabkan cedera fisik yang serius.

Pada kesempatan tersebut, Kapolresta juga mengimbau kepada para guru untuk lebih aktif mengawasi perilaku siswa di sekolah. Ia mengingatkan agar para pendidik memberikan nasihat yang bijak apabila menemukan siswa yang terlibat dalam perilaku menyimpang, seperti bergabung dengan geng motor atau terlibat dalam tawuran. “Guru memiliki peran yang sangat besar dalam membimbing dan mengarahkan siswa agar tetap pada jalur yang benar,” ujar Kapolresta.
Sosialisasi tentang bullying juga menjadi salah satu agenda penting dalam deklarasi tersebut. Kapolresta menegaskan agar siswa saling menghargai dan tidak melakukan tindakan kekerasan, baik fisik maupun verbal, terhadap teman-temannya. “Saling menghargai dan mendukung satu sama lain adalah kunci untuk menciptakan lingkungan sekolah yang sehat dan aman,” tambahnya.
Dalam penutupan acara, Kapolresta Jambi berharap agar pesan-pesan yang disampaikan dapat diterapkan dengan baik oleh seluruh siswa, baik di sekolah maupun di rumah. Ia juga berharap kegiatan ini dapat menjadi contoh positif yang diikuti oleh sekolah-sekolah lain di Kota Jambi dalam upaya menciptakan generasi muda yang lebih baik, bebas dari kenakalan remaja, dan lebih peduli terhadap keselamatan bersama.












