Jurnal1Jambi.com,- Aksi damai digelar Aliansi Masyarakat Stop Ilegal Drilling Senami di halaman Polda Jambi, Senin (26/5/2025), menuntut penghentian total aktivitas pengeboran minyak ilegal di wilayah Senami, Batanghari. Aktivitas ilegal ini tetap berlangsung meski sudah menelan banyak korban jiwa, menandakan lemahnya penegakan hukum dan minimnya tindakan tegas terhadap para aktor utama di balik praktik terlarang tersebut.

Aliansi Masyarakat Stop Ilegal Drilling Senami menilai penindakan hukum selama ini hanya menyasar pelaku lapangan, sementara pemodal utama dan oknum aparat yang diduga terlibat belum tersentuh. Mereka menegaskan, aparat penegak hukum harus bertindak transparan dan tegas, tidak hanya sekadar melakukan pencitraan dengan menangkap pekerja lapangan.

Dalam tuntutannya, ketua aliansi mendesak penutupan permanen seluruh aktivitas ilegal drilling di Senami, Batanghari. Mereka juga meminta aparat segera menangkap para pemodal yang masih bebas berkeliaran dan diduga menjadi otak di balik operasi pengeboran ilegal.

Selain itu, Aliansi Masyarakat Stop Ilegal Drilling Senami menuntut pemeriksaan menyeluruh terhadap seluruh oknum aparat penegak hukum yang terlibat, termasuk dugaan pengumpulan setoran atau upeti dari aktivitas ilegal tersebut. Mereka menilai, praktik ini telah berlangsung secara sistematis dan melibatkan jaringan luas.

Aliansi Masyarakat Stop Ilegal Drilling Senami juga menuntut agar penegakan hukum terhadap ilegal drilling dilakukan secara tuntas dan tidak tebang pilih. Penindakan yang hanya menyasar pelaku lapangan dianggap sebagai upaya pencitraan tanpa menyelesaikan akar persoalan. Mereka meminta agar aparat penegak hukum benar-benar mengusut tuntas seluruh jaringan, termasuk aktor intelektual dan pendukungnya.

Sebagai langkah nyata, Aliansi Masyarakat Stop Ilegal Drilling Senami mendesak Kapolda Jambi segera memberhentikan dengan tidak hormat (PTDH) Kasat Reskrim dan Kanit Tipidter Polres Batanghari yang diduga lalai atau terlibat dalam praktik ilegal drilling. Tanpa langkah tegas dari aparat, praktik ilegal ini akan terus menimbulkan korban dan kerusakan lingkungan yang semakin parah.

share this :