Jurnal1Jambi.Com,- JAMBI – Gelombang protes mengguncang Jambi! Gerakan Elemen Bangsa Anti Korupsi (GEREBAK) menggelar aksi demonstrasi besar-besaran pada 19 hingga 20 Februari 2025 sebagai bentuk penolakan terhadap dugaan korupsi proyek pembangunan lokasi parkir RSUD Raden Mattaher Jambi. Massa menuntut transparansi dan keadilan atas proyek bernilai fantastis Rp1,7 miliar yang diduga dikerjakan asal-asalan dan penuh rekayasa. Dalam dokumen yang dihimpun, proyek yang seharusnya menjadi solusi parkir modern bagi RSUD Raden Mattaher justru disinyalir sarat penyelewengan. UKPBJ Pemprov Jambi diduga meloloskan perusahaan pemenang tender yang tidak memenuhi standar kualifikasi. Bahkan, proyek ini dicurigai mengalami mark-up anggaran yang mencolok, sehingga menimbulkan kecurigaan adanya permainan antara pihak penyelenggara dan kontraktor.
Dalam orasi yang disampaikan di Gedung Inspektorat Provinsi Jambi, Gedung BPK RI Jambi, Mapolda Jambi, dan Kejaksaan Tinggi Jambi, GEREBAK menyampaikan tuntutan tegas: Panggil dan periksa Kepala UKPBJ Pemprov Jambi atas dugaan persekongkolan dalam penetapan pemenang tender proyek parkir RSUD Raden Mattaher, serta lakukan blacklist terhadap perusahaan yang memenangkan tender. Mendesak BPK RI Jambi untuk segera melakukan audit investigasi terhadap proyek tersebut guna mengungkap dugaan penyimpangan anggaran.
Menuntut Aparat Penegak Hukum (APH), dalam hal ini Ditreskrimsus Polda Jambi dan Kejaksaan Tinggi Jambi, untuk segera memanggil Kepala UKPBJ, Direktur RSUD Raden Mattaher, serta seluruh pihak terkait guna mempertanggungjawabkan dugaan penyimpangan ini. Meminta pertanggungjawaban Konsultan Perencana, Pengawas, serta Direktur CV. Nawasena Adi Persada selaku kontraktor pelaksana proyek yang diduga terlibat dalam penyimpangan ini.

Muslim, menegaskan bahwa GEREBAK tidak akan tinggal diam dan akan terus mengawal kasus ini hingga aktor-aktor di balik dugaan penyelewengan anggaran proyek tersebut diadili. “Hari ini, kami berdiri di sini bukan hanya untuk menuntut keadilan, tetapi untuk menyampaikan pesan bahwa rakyat Jambi tidak akan tinggal diam melihat korupsi tumbuh subur di negeri ini!” teriaknya lantang di hadapan para demonstran. Meski aksi berlangsung damai, pihak berwenang diharapkan segera merespons tuntutan GEREBAK sebelum gelombang protes semakin meluas.
Hingga berita ini diterbitkan, belum ada tanggapan resmi dari pihak terkait atas tuntutan yang diajukan. Apakah kasus ini akan menemui titik terang atau justru menjadi babak baru skandal korupsi di Jambi? GEREBAK memastikan, mereka tidak akan berhenti hingga keadilan ditegakkan!












