Jurnal1Jambi.Com.- Muaro Jambi. Wakil Mentri Pemberdayaan Perempuan Dan Perlindungan Anak (PPPA) Republik Indonesia Veronica Tan Melakukan Kunjungan Kerja Persiapan Soft Launching Ruang Bersama Indonesia Di Desa Mendalo Darat Kecamatan Jambi Luar Kota Kabupaten Muaro Jambi.
Kunjungan Kerja Persiapan Soft Launching Ruang Bersama Indonesia di laksanakan pada hari Rabu, 11 Desember 2024 Di Halaman Kantor Desa Mendalo Darat. Adapun yang turut menghadiri Gubernur Jambi terpilih DR. H. Al Haris, S.sos.MH., PJ. Bupati Muaro Jambi, Drs. Raden Najmi, Sekretaris Daerah Provinsi Jambi Dr. H. Sudirman, SH. MH., Camat Jambi Luar Kota, Dede Novianto, S.sos., Kepala Desa Mendalo Darat Bambang Santoso, Serta Seluruh Para Tamu Undangan.
Dalam Sambutan Kepala Desa Mendalo Darat Bambang Santoso, mengucapkan selamat datang kepada Ibu Veronica Tan selaku Wakil Mentri Pemberdayaan Perempuan Dan Perlindungan Anak (PPPA) yang telah Hadir di Kantor Desa Mendalo Darat, dalam rangka Kunjungan Kerja Persiapan Soft Launching Bersama Indonesia.
Kemudian Bambang Santoso juga memaparkan mengenai jumlah penduduk warga Desa Mendalo Darat, yaitu sebanyak 13.604 Jiwa. yang terdiri dari laki-laki sebanyak 6.610 Jiwa Dan Perempuan 6.454 jiwa serta anak-anak Sebanyak 3.030 Jiwa. Dengan total Kepala Keluarga sebanyak 3.718 KK. Sehingga, apa bila dipresentasikan jumlah Perempuan dan anak – anak yang paling banyak untuk di Desa Mendalo Darat , yaitu mencapai total 65%.
Dalam Sambutan Veronica Tan selaku Wakil Mentri (Wamen) Pemberdayaan Perempuan Dan Wanita (PPPA) Republik Indonesia, Ia sangat mengapresiasi sebesar besar nya atas laporan Kepala Desa Mendalo Darat, karena dari kementrian ada yang nama nya SAPA 129 Gerakan (Sahabat Perempuan Dan Anak).
Layanan SAPA 129 ini merupakan salah satu wujud Implementasi dari Peraturan Presiden Nomor 65 Tahun 2020, terkait penambahan tugas dan fungsi Kementrian PPPA sebagai penyedia layanan rujukan akhir bagi perempuan korban kekerasan yang memerlukan koordinasi tingkat nasional, lintas provinsi, dan internasional.
Relawan SAPA adalah orang-orang yang memiliki kepedulian dan menyatakan kesediaan untuk aktif melakukan perubahan sosial dalam rangka mewujudkan pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak. Kemudian Tujuan SAPA adalah agar mampu mendorong masyarakat, utamanya tentang perempuan dan anak dalam memberikan pembinaan di desa dan lingkungan.
Kemudian Veronica Tan menjelaskan, bahwa semua akan permasalahan itu sebenarnya adalah Ibu – ibu yang harus perlu didampingi. Jadi, banyak sekali edukasi – edukasi yang terputus, salah satunya bisa jadi Karena kondisi ekonomi.
Jadi, dengan ada nya program dari kementrian (PPPA) yang sebenarnya lanjutan dari DRPPA (Desa Ramah Perempuan Dan Perduli Anak). Yang mana tujuan nya adalah untuk Meningkatkan kualitas perlindungan hak perempuan dan anak, Meningkatkan kualitas data gender dan anak, Mewujudkan tata kelola pemerintahan yang baik, Menurunkan angka kekerasan terhadap perempuan dan anak, Mencegah pernikahan anak, Meningkatkan peran dan partisipasi perempuan dan anak dalam pembangunan.
DRPPA adalah singkatan dari Desa Ramah Perempuan dan Peduli Anak. DRPPA merupakan Desa yang berperspektif gender dan hak anak dalam penyelenggaraan pemerintahan, pembangunan, dan pemberdayaan masyarakat.
Untuk mewujudkan DRPPA, diperlukan keterlibatan semua pihak di desa, seperti tokoh, organisasi, relawan, kader, perempuan, dan anak. Perempuan dan anak harus terlibat penuh karena mereka yang paham isu-isu di sekeliling mereka dan mengetahui solusi yang paling tepat bagi kesejahteraan mereka.
Sebelum menutup pembahasan nya, Wakil Mentri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Veronika Tan mengatakan ” Sekali lagi apresiasi sebesar besar nya buat Kepala Desa yang sudah menyediakan dan berkoordinasi sampai Ke Ketua RT untuk SAPA. Karena buat kami ini sangat penting Pak, melihat begitu banyak nya kekerasan yang terjadi, kita sangat berharap ruang bersama menjadi titik poin untuk membantu masyarakat kalau ada aduan, karena ini yang paling dekat dengan masyarakat selain RT dan RW. Ini menjadi gudang tempat kita bersapa, gudang tempat kita beramah tamah, gudang tempat kita curhat, dan menjadi gudang tempat kita membentuk karakter anak – anak muda kita menuju Indonesia Emas” Ungkapnya.
“Harapan kami, tahun depan kita bisa punya ratusan hingga ribuan wadah tempat – tempat kita bisa mendukung kegiatan dan Potensi untuk Ibu dan Anak agar mandiri menuju 2025 Indonesia Emas ini”. Tutup nya.
Selain itu, Gubernur Al Haris juga menjelaskan bahwa, ruang terbuka ini berfungsi untuk menerima laporan dari masyarakat apabila terjadi hal yang tidak diinginkan terhadap perempuan dan anak-anak.

Gubernur Al Haris juga meminta kepada Pemerintah Daerah untuk saling berkolaborasi dengan aparat penegak hukum untuk mendampingi korban. Apabila, di kemudian hari terjadi kekerasan ataupun pelecahan seksual terhadap perempuan dan anak-anak.
“Ruang ini nantinya juga berfungsi sebagai penerima aduan masyarakat terkait dengan KDRT ataupun masalah anak di bawah umur, ini boleh digunakan oleh masyarakat,” ungkap Gubernur Jambi.
(Hendri).












