Jurnal1Jambi.Com-Tim Investigasi Jurnal1 Pada hari Minggu (24 /11 2024) mencoba Mengulik ada apa dengan Jeritan warga RT 17 kelurahan 20 Ilir Kota Palembang, mungkin pepatah yang tepat untuk mereka Yaitu Sudah jatuh tertimpa Tangga.
Saat ini di masa sudah seringnya Turun Hujan seharusnya warga Disekitar lokasi RT 17 , 20 Ilir menikmati. Hasil surat usulan yang di berikan kepada Mantan PJ Wako Ratu Dewa, dimana masyarakat sekitar meminta bantuan solusi Atas Banjir yg melanda wilayah sekitar, Berbekal tanah Hibah milik Departement Keuangan, maka Dibuatlah Persetujuan Untuk dijadikan lokasi Tanah Hibah tersebut menjadi Lahan Kolam Retensi.
Namun Halnya mimpi dan harapan itu pupus hilang ditelan Alam, manakala Pihak Kontraktor Yang memenangkan Tender sama Sekali tidak menjadikan mimpi Indah menjadi kenyataan, yang ada malah sebaliknya Mimpi indah menjadi Petaka. Sejak awal di mulai nya Project Kolam Retensi tersebut pihak Kontraktor sama Sekali tidak transparan kepada Publik. Mulai dari Tidak ada papan nama Project. Tidak ada Direksi Kit. Serta yang lebih memilukan Pihak kontraktor merasa Tidak butuh kepada Pemangku wilayah dalam hal ini Ketua RW dan RT dimana lokasi project itu dilaksanakan. Akibatnya masalah demi masalah timbul perlahan di lapangan dimulai dari Adanya Aktifitas pembuangan Limbah lumpur sampah yang Tidak tepat posisinya. Adanya Saluran Aer yang mampet
Adanya Pipa PDAM yang bocor.
Adanya Aroma Busuk yang menyengat serta
Genangan air Kotor yang masuk kepemukiman warga dan juga
Adanya Keributan Warga disekitar yang merasa Secara Langsung dirugikan atas Ulah pihak CV. Alifia yang Diduga Ingin Mencari Keuntungan Besar.




Yang lebih memilukan salah satu mantan RT yang juga rumah ny bersebelahan dengan Project Sama sekali tidak pernah mendapat Sosialisasi lingkungan.
Atas kejadian Tersebut diatas awak media Jurnal 1 mencoba mencari Tau berpa nilai asli dari Project tersebut ternyata CV. AliFia Memenangkan Tender Dari pihak PU Kota dengan Nilai mendekati 1 Milyar.
Sungguh, Nilai yang fantastis. Sementara Di lapangan Nampak 1 unit Excavator LongArm dalam kondisi yang Terbenam dan Tidak bisa bekerja Optimal.
Atas kejadian Ini dimanakah
1,PPK
2 Camat
3 , Lurah…..
4 , Konsultan Pengawas.
Yang jelas Nasi sudah menjadi Bubur, selalu dan selalu yang tertindas dan menjadi korban adalah Wong Cilik.(Red)











