Jurnal1Jambi,Com,Jakarta – Direktorat Tindak Pidana Siber (Dittipidsiber) Bareskrim Polri mencatatkan langkah strategis dalam pemberantasan kejahatan siber dengan memulangkan seorang tersangka daftar pencarian orang (DPO) kasus perjudian online platform W88 dari Filipina. Pemulangan ini menunjukkan keberhasilan kolaborasi antara Polri dan sejumlah pihak internasional, termasuk Kepolisian Filipina, Imigrasi, serta Presidensial Anti-Organized Crime Commission (PAOCC) Filipina.

“Alhamdulillah, berkat kerja sama yang solid dengan berbagai pihak, kita berhasil memulangkan tersangka yang telah lama menjadi DPO kasus judi online. Ini merupakan langkah penting dalam upaya pemberantasan kejahatan siber,” ujar Kombes Pol Jefri, Kasubdit II Dittipidsiber Bareskrim Polri, kepada media, Jumat (21/11) dini hari.

Tersangka yang dipulangkan adalah pria berinisial HS alias Ahan, seorang warga negara Indonesia. HS diketahui berperan sebagai manajer regional untuk platform perjudian online W88 di Indonesia.

“HS bertugas mengelola alur transaksi deposit dan penarikan dana dari pemain di Indonesia. Selama tiga bulan terakhir, platform ini mencatatkan perputaran uang mencapai Rp1 triliun,” ungkap Kombes Jefri.

Langkah penangkapan HS merupakan tindak lanjut dari operasi besar yang dilakukan Polri pada Mei lalu. Saat itu, tujuh tersangka lainnya berhasil diamankan dan saat ini tengah menjalani proses persidangan di Pengadilan Negeri Batam.

“Dengan tertangkapnya HS, kami optimis pengungkapan jaringan ini akan semakin luas. Polri berkomitmen untuk terus menindak tegas kasus-kasus perjudian online yang merugikan masyarakat,” tegas Jefri.

Keberhasilan pemulangan ini tidak terlepas dari koordinasi intensif antara Polri dan berbagai instansi internasional, termasuk Interpol. Kombes Jefri memastikan bahwa setelah tiba di Indonesia, HS akan langsung menjalani pemeriksaan lebih lanjut di Bareskrim Polri.

“Ini adalah awal dari langkah yang lebih besar. Ke depan, kami berkomitmen memberantas jaringan perjudian online yang beroperasi lintas negara dan merugikan banyak pihak,” tambahnya.

Sesi konferensi pers diakhiri dengan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat dalam keberhasilan ini. “Kami mengucapkan terima kasih atas kerja keras semua pihak, mulai dari Imigrasi hingga Atase Kepolisian Filipina. Kolaborasi ini membuktikan bahwa bersama, kita dapat memerangi kejahatan lintas negara dengan lebih efektif,” pungkas Jefri.

Dengan keberhasilan ini, Polri kembali menegaskan komitmennya dalam memberantas kejahatan siber, khususnya jaringan perjudian online, yang kini menjadi salah satu ancaman serius di dunia maya.

share this :