Jurnal1Jambi.Com.- Mangupeh, Sabtu, Tanggal 09 November 2024, Pengurus Grib Tengah Ilir sosialisasi bersama anggota yg dipimpin ketua Grib PAC Kec. Tengah Ilir Wisnu Hamka, Sekjen Al.Fatih Laila, Ketua Bendahara Baharudin Mujiono, Ketua Satgas Amir Alamsyah Wahyudin dan Seluruh anggota Satgas Grib Tengah Ilir.
Dalam Sosialisasi tersebut, Wisnu Hamzah mengatakan, artinya kita harus bersinergi bersama untuk maju. jangan takut, Grib Kec. Tengah Ilir tidak akan mundur sedikit pun untuk menyuarakan. Aturan dari Gubernur Jambi, H. Al Haris yang bahwasanya telah di atur namun ada perusahaan menyalahi aturan dan tidak komitmen dari apa yang sudah di sepakati bersama grib 1 bulan yg lalu, makanya kita pertegas kembali agar tidak ada hal serupa terulang. Mungkin salah satunya yg kita soroti kerusakan jalan umum, masyarakat terganggu karna kelebihan muatan yang mencapai 33 ton. Sementara Aturan Gubernur hanya boleh membawa 8 ton saja. “Lain sebagainya Saya rasa perusahaan sengaja. Tapi harusnya disadari oleh perusahaan, karena aturan dan himbauan sudah di terapkan oleh Gubernur Jambi.” ujar wisnu Hamza.
Kemudian Wisnu menambahkan, Perusahaan sadar akan hal itu, tapi sama sekali tidak peduli. Selagi perusahaan itu tidak mematuhi aturan dari Gubernur, kita dari Grib siap tindak perusahaan bilamana yang melanggar dan tidak taat sampai saat ini dan sama sekali tidak ada kontribusi dari perusahaan. Bahkan santunan sumbangsih untuk lansia selembar kertas tisu masker saja tidak pernah dapat. ujar Wisnu kembali.
Wisnu menambahkan kembali, Miris, bahkan salah satu warga dari Asam Merah itu terkena gangguan pernapasan paru-paru karena memang ada penimbunan debu. Kita bagian dari masyarakat Tengah Ilir kalau bukan kita siapa lagi. Makanya kita dari Grib ini harus tegas untuk kebaikan bersama masyarakat. kemudian hal – hal kecil, contoh jalur lalu lintas yang ramai sering terjadi kecelakaan itu salah satunya. Program kita berkoordinasi dengan pihak – pihak terkait salah satunya mungkin dari Kepolisian dan Pemda. Yang sifatnya positif kita saling mendukung dan saling membangun. Ormas Grib bukan premanisme, tapi kita awasi bersama. Itu harapan kedepan kita sama – sama memberi ide – ide atau gagasan, dan jangan sebatas untuk kepentingan saja. Tutup nya.(Harefa)












